Home » Bawean » Bandara Bawean Diresmikan, Tiket Sudah Ludes
Master tukang, tutorial pertukangan

Bandara Bawean Diresmikan, Tiket Sudah Ludes

Bandara Bawean Diresmikan, Tiket Sudah Ludes. Harapan warga Bawean untuk mempunyai jalur transportasi melalui udara akhirnya terealisasi.

Penerbangan perintis ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, secara resmi dibuka untuk kali pertama besok. Bandara Harun Thohir dinyatakan layak beroperasi dan melayani penerbangan untuk umum mulai Kamis, 28 Januari 2016.

bandara harun tohir bawean
ilustrasi bandara perintis

“Pesawatnya sudah merapat ke Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep hari ini. Besok sudah mulai penerbangan sesuai rute yang telah ditentukan,” kata Kepala Unit Pelaksana Klas III Bandara Trunojoyo, Wahyu Siswono Sebagaimana dilansir laman Tempo.

Persiapan pertama dilakukan dengan menyelenggarakan proofing flight menggunakan pesawat jenis Twin Otter DHC 6 dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Dari Semarang, pesawat bertolak ke Karimun Jawa, Pulau Bawean, Surabaya, dan mendarat di Sumenep.

Baca:  Dishub Gresik Kerahkan 3 Kapal Bantuan untuk Warga Bawean

Wahyu memastikan jadwal peresmian oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada Sabtu, 30 Januari 2015 mendatang. “Teman-teman di bandara Bawean sudah melakukan persiapan penuh di lapangan,” tuturnya. Bandara tersebut memiliki panjang landasan pacu (runway) 930 meter, dengan lebar 23 meter.

Disinggung soal kondisi aspal landasan pacu yang tak seluruhnya baik, Wahyu mengakui pemerintah akan memperbaikinya. Pihaknya menerima kondisi tersebut dan menyatakan secara legal masih layak digunakan. “Tahun ini akan kami perbaiki mulai Februari. Tapi untuk operasional jalan terus, nggak masalah.”

Selaku operator, maskapai PT Air Fast Indonesia melayani penerbangan rute Surabaya-Bawean dan Bawean-Surabaya sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni Selasa dan Kamis. Salah satu agen tiket di Bawean, Akhwan, mengungkapkan antusiasme warga yang besar. “Tiket penerbangan perdana dari Bawean sudah habis,” kata dia.

Baca:  Calon Jemaah Haji Bawean Was-was Pembatalan Pelayaran

Meski bukan penerbangan komersil, Akhwan optimistis animo masyarakat cukup besar. “Ini karena memang penerbangan perintis dan lagi subsidi ini nggak kayak maskapai biasa. Kalau habis, ya habis, ya beli tiket untuk penerbangan berikutnya.” Sekali keberangkatan, pesawat mampu menampung maksimal 16 orang. Berat bagasi yang dibawa penumpang dibatasi hingga 10 kilogram saja.

TEMPO | ARTIKA RACHMI FARMITA

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *