Home » Bawean » Bupati Gresik Menyoroti Lambannya Pembangunan Jalan Lingkar Bawean
Master tukang, tutorial pertukangan

Bupati Gresik Menyoroti Lambannya Pembangunan Jalan Lingkar Bawean

Berita Gresik

Pembangunan Jalan Lingkar Bawean yang sangat lamban, membuat banyak pihak gerah. Pembangunan yang lambat tentu sangat menghambat laju perekonomian masyarakat bawean. Akses jalan merupakan hal yang sangat vital dan penting apalagi JLB merupakan akses jalan utama di pula yang terletak 80 mil laut dari kota Gresik.

Tidak kunjung rampungnya pembangunan jalan lingkar di Pulau Bawean (JLB) disorot Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Menurutnya, kegagalan proyek JLB akan menjadi persoalan serius transportasi masyarakat setempat.

Perasaan pesimistis tersebut disampaikan Bupati Gresik pada acara sambungrasa dengan warga Bawean di Dusun Menara, Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura, Kamis malam (12/7). Bupati Sambari melakukan kunjungan kerja ke pulau berjarak 80 mil dari Gresik itu selama tiga hari, 12 hingga 14 Juli 2012. Kunker kali keempat ini juga diikuti Wabup M. Qosim dan beberapa pejabat pemkab lainnya.

Baca:  Penyelesaian Lapter Bawean Kembali Meleset dari Jadwal

Dikatakan Sambari, ada solusi yang bisa ditempuh agar proyek JLB cepat rampung. Yakni dengan cara melibatkan anggota TNI. “Kalau tidak dibantu TNI, saya pesimistis bisa segera tuntas,” katanya.

Proyek JLB yang akan segera digarap dalam waktu dekat ini adalah Sangkapura-Diponggo (Desa Daun 1) sepanjang 4,30 km dengan anggaran Rp 1,23 miliar; Sangkapura-Diponggo (Desa Daun 2) sebesar Rp 1,14 miliar; Sangkapura-Tambak (Desa Jati Dawang) sebesar Rp 959 juta; Sangkapura-Tambak (Desa Gelam) Rp 1,12 miliar; Tambak-Diponggo Rp 2,3 miliar, dan jalan dalam Kota Sankapura sebesar Rp 1,13 miliar.

Selain menyoroti pembangunan JLB, pada kesempatan kunker ini Bupati Gresik menyalurkan berbagai dana pembangunan bagi masyarakat di dua kecamatan Pulau Bawean. Di antaranya dana untuk perbaikan Kantor Kecamatan Sangkapura sebesar Rp 190 juta; dana untuk pembangunan waduk irigasi senilai Rp 250 juta. Dalam menyiapkan Pulau Bawean sebagai tujuan wisata juga disediakan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk menyusun master plan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Sementara untuk Kecamatan Tambak, Sambari menyampaikan dana pembangunan sesuai RDTR 2010 sebesar Rp 162,5 juta. did Surabaya Pagi

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *