Home » Bawean » Dishub Gresik Belum Menemukan Solusi Kapal Bawean
Master tukang, tutorial pertukangan

Dishub Gresik Belum Menemukan Solusi Kapal Bawean

kapal bawean
foto:Sandhiarta/ Radar Gresik

Dishub Gresik Belum Menemukan Solusi Kapal Bawean. Penuntasan krisis transportasi Gresik-Bawean, sepertinya masih butuh waktu. Penyebabnya, eksekutif yang di wakili Dishub Gresik enggan memberi ‘lampu hijau’ terhadap operator kapal Express Bahari (EB) yang mengajukan untuk kembali beroperasi.

Sebaliknya, mereka memilih untuk mengambil opsi lain. Yakni melakukan uji kelayakan terhadap EB dengan operator lain. Langkah Pemkab Gresik Ini bisa dilihat dari kebijakan Dishub Gresik yang juga memberikan kesempatan kepada pengelola kapal lain yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Kadishub Gresik, Achmad Nuruddin menyatakan, PT DLU ini ikut serta dalam tahap penyaringan tersebut. ”Untuk kepastiannya baru bisa kami lakukan pekan depan. Kami masih menunggu draf perjanjian kerjasama yang sedang disusun,” katanya kemarin.

Baca:  Kapal Cepat Tungkal Samudera Mulai Melayani Warga Bawean

Nuruddin menjelaskan, sesuai rencana yang disiapkan. Pemkab dan Dishub Gresik bakal mengajukan draf kerjasama terkait teknis pelaksanaan pelayanan pelayaran rute Gresik-Bawean. Dalam draft itu memuat berbagai klausul seputar layanan pelayaran terhadap rute ini. Baik pengelola EB maupun PT DLU akan diundang.

Mereka dipersilahkan untuk memberikan tanggapan atas draf tersebut. Siapa operator yang dianggap paling bisa memenuhi kriteria yang diajukan dalam  draft tersebut, dia lah yang akan dinyatakan layak. ”Setelah itu, operator yang dipilih, nanti akan kita floor-kan secara terbuka kepada seluruh stake holder dan seluruh perwakilan masyarakat Bawean,” ujarnya lebih lanjut.

Saat ditanyakan bagaimana jika ternyata operator pilihan Dishub Gresik itu tidak diterima. Nuruddin menjawab diplomatis. Dia menyebut, itu adalah wewenang semua pihak yang berkepentingan. ”Kami hanya sebatas memfasilitasi. Kalau mau ditolak, itu terserah mereka,” pungkasnya.

Saat ini, aktivitas pelayaran Gresik-Bawean tengah krisis pasca penghentian izin operasional kapal Express Bahari (EB) 1C oleh Dishub Gresik. Penghentian izin ini dilakukan gara-gara operator kapal dianggap tidak memberikan layanan maksimal. Selain itu, kapal EB 1C juga dianggap tidak layak pakai.

Baca:  Dishub Gresik Dilaporkan ke Kejaksaan Diduga Korupsi 290 Juta

Saat ini, rute Gresik-Bawean dilayani oleh kapal bantuan milik PT DLU. Namun,
layanan kapal ini tidak dilakukan secara rutin. Akibatnya, warga Bawean kesulitan mendapat akses transportasi memadai. (san/ris/RadarGresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *