Home » Bawean » Kapal Bawean Menambah Jadwal Pelayaran Selama Mudik Lebaran
Master tukang, tutorial pertukangan

Kapal Bawean Menambah Jadwal Pelayaran Selama Mudik Lebaran

kapal bawean

Bawean yang terletak 81 mil laut dari kota Gresik, sudah selayaknya mendapat perhatian dari dinas perhubungan Gresik. Hal ini terkait dengan hak warga Bawean untuk dapat mengakses transportasi dengan murah dan adil. Mahalnya ongkos kapal, praktek percaloan, dan ketidakpastian jadwal merupakan persoalan klasik yang dihadapi warga Bawean.

Menghadapi mudik Lebaran mendatang, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik menambah jadwal pelayaran Gresik-Bawean. Rute sejauh 81 mil laut bakal jadwalnya bakal bertambah dari sehari sekali menjadi dua kali pulang pergi. Penambahan itu diberlakukan mulai H-7.Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Ahmad Nurudin menjelaskan, penambahan itu sebagai bentuk antisipasi kenaikan pemudik dari Gresik menuju Bawean.

Peningkatan arus mudik diperkirakanterjadi mulai H-5 hingga H-1. Begitu sebaliknya arus balik diperkirakan terjadi pada H+2 hingga H+5. “Seperti tahun lalu, kami akan menambah pelayaran Gresik-Bawean dari sekali setiap hari menjadi dua kali. Begitu juga dari Bawean juga ditambah dua kali sehari,” kata Ahmad Nurudin.

Baca:  Warga Bawean Bawa Kabur Anak Dibawah Umur, Diringkus di Babel

Hal senada disampaikan Reven, Manajer PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (PSIM), agen pelayaran  kapal Ekspres Bahari 1C. Menurutnya, sesuai jadwal yang disampaikan Dishub, pihaknya akan menambah pelayaran menjadi dua kali dalam sehari. “Kalau biasanya dua kali, nanti beberapa hari menjelang lebaran kami akan menjadi dua kali
dalam sehari,”jelasnya.

Sehingga, kedepannya Raven berharap tidak aka nada lagi permasalahan yang bisa menyebabkan para calon penumpang menjadi terlantar. Mengenai adanya tumpukan jumlah penumpang dan arus cuaca buruk, Raven mengaku juga telah menyiapkan hal itu. Terkait masih maraknya praktek percaloan, PT PSIM akan melakukan sejumlah antisipasi. Mereka meminta calon penumpang dalam membeli tiket, turut menyertakan
kartu identitas. “Terlebih untuk para calon penumpang yang akan membeli tiket lebih dari satu atau dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah itu dapat meminimalisir pergerakan dari para calo tiket. “Jadi kalau waktu beli tiket mereka ditanya soal identitas, pasti para calo tiket itu akan berpikir dua kali untuk memborong tiket,”ujarnya. Namun prakteknya, calo tiket tetap berkeliaran dengan berbagai modus, sudah saatnya pemerintah kabupaten gresik menggunakan sistem penjualan tiket satu pintu, seperti halnya penjualan tiket kereta api. Hal ini dikarenakan, kapal bahari merupakan kapal monopoli yang melayani hajat hidup warga Bawean.

Baca:  Calon Jemaah Haji Bawean Was-was Pembatalan Pelayaran

Warga Bawean sudah berpuluh tahun mengalami diskriminasi atas hak untuk akses transportasi yang murah, terjangkau, dan adil. Seharusnya pemkab gresik mulai berinisiatif untuk berinvestasi kapal sebagai bentuk pelayanan publik sehingga bisa meminimalkan praktek monopoli kapal Bawean. Masyarakat bawean juga akan terbantu karena mempunyai pilihan transportasi yang lebih murah dan tidak terlilit lingkaran calo. (rdrgrsk/gresik.co)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *