Home » Bawean » Kecamatan Tambak Gresik Meraih Penghargaan Panutan Pajak
Master tukang, tutorial pertukangan

Kecamatan Tambak Gresik Meraih Penghargaan Panutan Pajak

Berita Gresik – Info Gresik

Bawean – Bulan panutan pajak yang dilaksanakan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) tahun ini cukup istimewa. Kecamatan  Tambak di Pulau Bawean di luar dugaan mampu meraih penghargaan sebagai kecamatan yang warganya paling cepat melunasi pajak PBB.

kecamtan tambak dapat penghargaanKeberhasilan itu bukan kebetulan atau sengaja ditentukan oleh DPPKAD Pemkab Gresik. Di luar itu, peran Camat Tambak, Suropadi MM ikut  andil dalam menggerakkan warganya untuk membayar pajak secara keseluruhan sebelum Juli 2012. Penghargaan itu diberikan Bupati Sambari Halim Radianto di Kantor Pemkab Gresik, pekan lalu.

Selama ini Kecamatan Tambak dan Sangkpaura yang ada di Pulau Bawean jarang bahkan nyaris tidak pernah mendapatkan penghargaan di ulan panutan PBB. Wilayah yang terpisah 81 mil laut di Utara Kota Gresik ini, selalu kalah dengan kecamatan lain di daratan Gresik. Adalah Suropadi yang memulai akselerasi dengan warga Kecamatan Tambak hingga mampu meraih penghargaan itu.

Baca:  Dokter Puskesmas Bawean Sering Bolos Kerja

Camat yang asli Benjeng ini mengaku tidak memiliki target dalam memanajemeni masyarakat agar tepat dan cepat melunasi pajak PBB. Sebab, sejak  dilantik sebagai camat 19 Nopember 2010, bapak dua anak ini dihadapkan pada kenyataan, tahun 2011 hanya 3 desa dari 13 desa yang ada di Tambak yang melunasi PBB.

Mantan Kasie Ekbang Kecamatan Tambak, ini kemudian berpikir bagaimana menggerakkan warganya agar taat membayar PBB. Usai dilantik,  Suropadi mengumpulkan seluruh staf kecamatan untuk melakukan konsilidasi internal. Selanjutnya dia membentuk tim pemungut pajak yang disebar ke seluruh desa.

Selain membentuk tim, pihak kecamatan melakukan koordinasi dengan seluruh perangkat desa dan menjalin komunikasi untuk menuntaskan  hambatan yang dihadapi para petugas pemungut pajak. Langkah berikutnya adalah sosialisasi, bersama petugas pemungut pajak dan perangkat desa. Selama hampir 6 bulan, kinerja petugas pemungut, perangkat kecamatan dan desa membuahkan hasil.

Sebanyak 13 desa melunasi pajak PBB sebelum 17 Juli lalu sekaligus mengantarkan Kecamatan Tambak sebagai kecamatan terbaik pelunasan PBB. “Kami ditetapkan sebagai the best one kecamatan yang paling cepat melunasi pajak PBB. Dan itu murni dari masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran kecamatan dan desa serta petugas pemungut yang mampu melaksanakan tugasnya hingga mendapat apreasiasi dari Bupati  Gresik,” kata Suropadi kepada Radar Gresik, kemarin.

Baca:  Penyelesaian Lapter Bawean Kembali Meleset dari Jadwal

Keberhasilan itu juga mendorong peningkatan pelayanan di bidang lainnya. Seperti pelaksanaan elektronik KTP (e-KTP). Kini perekaman e-KTP juga sudah dituntaskan melalui pendekatan dan komunikasi intensif kepada masyarakat. “Alhamdulillah langkah kami mendapat dukungan dari
para kepala desa. Ini terbukti dari keberhasilan Kades Tanjung Ori, Ilham Syifa yang dinobatkan sebagai desa terbaik se-Kabupaten Gresik.

Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak akan mewakili dalam lomba serupa di tingkat Provinsi Jatim,” terang penggemar motor cross yang banyak memiliki koleksi motor trail ini. Ditambahkan, pelaksanaan pelayanan publik di kecamatan harus mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat. Itu bisa terjadi dnegan koordionasi dan komunikasi sehingga hambatan bisa dipecahkan bersama.

Baca:  Sambari Optimis Lapangan Terbang Bawean Sudah Siap Pakai

“Kemudian meningkatkan hubungan dengan muspika setempat hingga berjalan harmonis. Baik dengan koramil maupun Polsek serta tokoh masyarakat dan tokot agama. Ini juga yang mendorong kegiatan pembebeasan lapter berlangsung tanpa hambatan,” kata camat yang mengawali
karir sebagai PNS di Kecamatan Benjeng 23 tahun silam ini.

Mantan Plt Camat Sangkapura menjelaskan, dirinya tidak ingin mulukmuluk dalam mempertahakan prestasi itu. Dia hanya ingin bisa melayani  masyarakat dengan baik. “Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk mengajak masyarakat membuka pintu gerbang Bawean ke dunia  nternasional melalui obyek wisata yang menarik.

Kami akan membuka diri bagi investor yang berniat mengembangkan kawasan wisatawan, tanpa harus mengorbankan kultur dan budaya warga Bawean,” kata Suropadi yang memiliki dua anak, Satu berkuliah di FK FK Unsoed Purwokerto dan satunya lagi masih duduk di kelas 4 SD. (*/ris) radargresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *