Home » Bawean » Transportasi Gresik-Bawean Terancam Lumpuh
Master tukang, tutorial pertukangan

Transportasi Gresik-Bawean Terancam Lumpuh

kapal baweanKepala Dinas Perhubungan Gresik, Achmad Nuruddin Menyatakan Pemkab Gresik telah menghentikan pelayaran KM Ekspres Bahari 1C. ke pulau Bawean “Penghentian operator Ekspres Bahari itu dilakukan hari ini (Kamis) melalui surat resmi penghentian yang disetujui oleh Bupati Gresik,” katanya.

 Alasan penghentian, kata Nurudin, sebagai bentuk ketegasan Pemkab Gresik terhadap PT Pelayaran Inti Sakti Makmur (PSIM) selaku operator kapal. Manajemen PSIM dinilai tidak konsisten melayani rute penyeberangan tersebut. “Sehingga, masyarakat Gresik dan Bawean dirugikan miliaran rupiah karena sudah jauh hari memesan tiket penyeberangan. Ada masyarakat Bawean dari Singapura yang memesan jauh hari, namun batal. Hal ini tentu merugikan, seperti halnya masalah visa dan uang tiket,” terangnya. Sebagi gantinya, Pemkab Gresik akan meminta operator lain seperti PT Dharma Lautan Utama (DLU) untuk melayani rute Gresik menuju Bawean.

KM Ekspres Bahari 1C Melanggar Ketentuan

Nuruddin menambahkan, penghentikan KM Ekspres Bahari 1C sekaligus untuk menegakkan Peratutan Menteri Perhubungan. Dalam Permenhub disebutkan, kapal yang diizinkan melayari selat Bawean harus terbuat dari metal atau aluminium. ”Sementara KM Ekspres Bahari terbuat dari fiber yang hanya diperbolehkan untuk rute jarak pendek, angkutan sungai dan danau. Kapal fiber tidak diizinkan melayari rute di laut lepas seperti di Bawean,” tegasnya.

Baca:  Calon Penumpang Kapal Bawean Kembali Keleleran

 Untuk jangka panjang, Pemkab Gresik berencana membeli kapal sendiri dan langsung ditangani oleh operator dari Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) PT Gresik Samudera. “Rencana membeli kapal sendiri adalah untuk jangka panjang dan akan kita ajukan pada tahun 2013, namun masih perlu dikaji kembali dan diserahkan kepada anggota dewan, agar rencana itu bisa disetujui dan diaplikasikan,” pungkasnya. Sementara itu, di Pemkab Gresik diselenggarakan rapat yang mengagendakan pemecahan Transportasi Bawean Gresik berlangsung di ruang Graita Eka Praja.

 Pembelian kapal tersebut ditetapkan pada tahun 2013. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim kepada Bupati Gresik. Ketua DPRD Gresik, Zulfan menambahkan pihaknya juga mengamanatkan agar pengelolaan operasional transportasi tersebut ditangani oleh BUMD PT Gresik Samudera. Untuk itu, pihaknya bersama teman-temannya di DPRD bertekad untuk menghidupkan kembali BUMD PT Gresik Samudera yang telah berdiri sejak 2006 lalu.

Baca:  Tikar Bawean Butuh Sentuhan Pemasaran Modern

 Mereka para tokoh Masyarakat Bawean yang hadir seakan mengamini manakala Masudi Romli, tokoh masyarakat Bawean menyangsikan kelayakan kapal cepat Ekspress Bahari tersebut. “Terakhir kemarin, Ekspress Bahari sempat terlambat 4 jam dari waktu tempuh biasanya,” kata Mas’udi Romli tokoh Bawean yang ada di Gresik. Mantan Pejabat Pemkab Gresik ini juga menyarankan agar aturan sesuai undang-undang keselamatan tetap dikedepankan dalam pemberian ijin sebuah kapal. (san/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *