Home » Bawean » Transportasi Kapal Bawean Belum Ada Solusi
Master tukang, tutorial pertukangan

Transportasi Kapal Bawean Belum Ada Solusi

Warga Bawean harus ekstra sabar atas berbagai keresahan yang dialami akhir-akhir ini. Sebab persoalan Transportasi Kapal Bawean, belum menemukan titik temu.

Pemkab Gresik terpaksa mengajukan permintaan armada darurat kepada PT DLU (Dharma Lautan Utama) yang sebenarnya sudah berakhir. Sebab kapal tungkal samudra yang awalnya ditunjuk pemkab Gresik ternyata dinyatakan tidak layak jalan.

Kebijakan itu diambil sambil menunggu kepastian kerjasama antara Pemkab dan pengelola kapal Express Bahari (EB). Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan persoalan transportasi Bawean di kantor Bupati yang dipimpin Wabup Moh Qosim dengan dihadiri perwakilan Adpel Gresik, pengelola kapal EB, serta seluruh pihak yang terkait dengan persoalan pelayaran Gresik-Bawean maupun perwakilan warga Bawean.

Baca:  Sambari Berharap Lapter Bawean Beroperasi Akhir 2013

Keputusan rapat jika kapal Tungkal Samudera tidak bisa dioperasikan. Pasalnya, Adpel menyebut jika kapal itu belum melengkapi berbagai persyaratan sebelum berlayar. Tak hanya itu, ternyata, dari sisi teknis, kapal itu juga tidak laik layar.

Pertemuan tersebut sebenarnya sudah membuat persoalan transportasi Gresik-Bawean menemui titik terang dimana pengelola kapal EB akhirnya bersedia menuruti tawaran Pemkab yang tetap minta ada MoU (memorandum of understanding) terkait layanan pelayaran rute ini. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab menyerahkan draf MoU kepada perwakilan EB.

“Dalam rapat, diputuskan pengelola kapal EB diberi kesempatan untuk mempelajari draf tersebut. Jika sudah ada kesepakatan, maka MoU itu ditandatangani bersama,” katanya.

Tidak jauh beda dengan yang sudah dibuat, ada beberapa klausul yang diajukan Pemkab Gresik dalam draft MoU. Mulai dari penyediaan kapal darurat jika EB tidak bisa berlayar, jaminan kualitas layanan kapal, hingga klausul bank garansi.

Baca:  Petugas PLN Bawean Disandera Ratusan Warga

Seperti diketahui pasca dihentikannya operasional kapal EB, warga  bawean mengalami kesulitan transportasi. Bahkan sempat memicu ketegangan dari beberapa pihak yang sangat dirugikan, terutama penumpang kapal. Kegagapan Pemkab Gresik dalam mengurai persoalan kapal Bawean malah menjadikan blunder yang tidak produktif (gresiksatu/gresik.co)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *