Home » Dunia Kampus » Mahasiswa UISI Gresik Gagas Bank Pangan Pertama di Indonesia
Master tukang, tutorial pertukangan

Mahasiswa UISI Gresik Gagas Bank Pangan Pertama di Indonesia

Mahasiswa UISI Gresik Gagas Bank Pangan Pertama di Indonesia. Tingginya angka kelaparan di Indonesia menggugah para mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk membentuk organisasi bank pangan pertama di Tanah Air.

Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), jumlah penduduk yang mengalami kelaparan di Indonesia mencapai 19,4 juta atau sepertiga dari 60 juta penduduk kelaparan di Asia Tenggara.

Hal itu mendorong Departemen Manajemen UISI melalui Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen (HMDM) untuk mendirikan organisasi foodbank dengan tujuan menekan angka kelaparan di Indonesia. Ini sekaligus menunjukkan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan bagi masyarakat.

“Di sinilah fungsi kami sebagai kelompok perubahan bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan kepedulian dengan membantu masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” ujar Faris Fakhrizal selaku Kepala Departemen Relasi Publik HMDM UISI, Rabu (1/6/2016).

Baca:  Fakultas Kedokteran UB Kembangkan Laboratorium Virus

Meski telah marak di beberapa negara lain, organisasi bank pangan yang digagas mahasiswa Departemen Manajemen UISI tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Melalui organisasi ini, HMDM mengajak seluruh lapisan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, untuk turut berpartisipasi.

“Ke depan kami berharap, organisasi foodbank akan dapat menjadi penghubung bagi partisipan dengan masyarakat kurang mampu, mengenai koordinasi dan informasi pangan,” terangnya.

Organisasi foodbank ini merupakan proyek lanjutan mahasiswa angkatan pertama pada mata kuliah Proyek Bisnis Sosial (PBS) UISI. Keuntungan dari masing-masing bisnis mahasiswa pada mata kuliah PBS ini akan dikumpulkan untuk mendirikan organisasi tersebut.

“Mayoritas pendanaan pendirian organisasi foodbank ini berasal dari keuntungan penjualan dari bisnis mahasiswa di mata kuliah Proyek Bisnis Sosial,” kata Ika Nur Susilowati, yang bertugas dalam tim pendanaan.

Baca:  Daftar Beasiswa S2 ke New Zealand Yuk!

Departemen Manajemen UISI mendukung penuh agenda sosial ini. Melalui mata kuliah Proyek Bisnis Sosial, departemen tersebut menetapkan syarat kelulusan mata kuliah PBS bagi para mahasiswanya dengan cara berbisnis selama satu semester, kemudian menyumbangkan sebagian keuntungan bisnisnya kepada organisasi foodbank.

“Perputaran dana operasional foodbank nantinya akan disokong dari donatur bisnis mahasiswa dan juga perputaran dana foodbank itu sendiri,” kata Kepala Departemen Manajemen UISI Rosa Rilantiana.

Rosa menambahkan, hal tersebut sengaja dilakukan agar mahasiswa paham bahwa bisnis melulu untuk mengejar keuntungan materi. Seorang pebisnis juga dituntut untuk dapat berlaku sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

KOMPAS | HAMZAH ARFAH

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *