Home » Go Green » Pertamina dan Warga Semarangan Gresik Wujudkan Kampung Bersih
Master tukang, tutorial pertukangan

Pertamina dan Warga Semarangan Gresik Wujudkan Kampung Bersih

Corporate Social Responsibility (CSR) sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi perusahaan untuk membangun lingkungan bersama masyarakat. CSR bukanlah sebuah beban karena cost pengeluaran perusahaan, tetapi lebih kepada sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Bahkan CSR merupakan bagian dari upaya branding dan peningkatan citra bagi perusahaan.

Salah satu CSR yang dilakukan oleh perusahaan adalah dukungan Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore dalam menyulap kampung Semarangan tepatnya RT I RW I Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik dari kampung kotor menjadi kampung bersih berbuah penghargaan CSR Award.
“Penghargaan ini sekaligus buat Bapak Ketua RT Muhammad Bakir, 53, yang mengawali perjuangan mewujudkan kampung bersih ini,” kata Senior Executive VP & GM PHE WMO Imron Asjhari Imron Asjhari, Jumat (18/5).

Dijelaskan, kampung Semarangan sebelum tahun 2008 pernah mendapat predikat sebagai kampung terkotor. Imron menjelaskan, program CSR PHE WMO menggunakan metode philanthropy program dan sustainability program. Yaitu, program yang berkelanjutan dengan tujuan menciptakan kemandirian masyarakat.

Baca:  Suhu Bumi Naik 3 Derajat Celsius Tahun 2050

“Ada program pemberdayaan SDM, program penyediaan air bersih, program pengelolaan limbah rumah tangga, program pemberdayaan UMKM serta program konversi energy. Nah, Kampung Semarangan perpaduan program pemberdayaan SDM, UKMKM dan konversi energi,” katanya.

Untuk program SCR di Kampung Semarangan, jelas Imron, ada tiga tahap yang dilakukan manajemen PT PHE WMO. Yaitu, tahun pertama adalah tahap pelatihan, pengelompokan dan bantuan peralatan. Tahun kedua meliputi monitoring, pendampingan manajemen dan pemasaran dan dukungan pengembangan usaha. Terakhir tahap kemandirian dan pengembangan usaha dan tenaga kerja.

Imron menambahkan, program program biogas rumah itu bakal dikembangkan di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan. Bekerjasama dengan Hivos LSM Lingkungan Hidup dari Belanda. Program memanfaatkan kotoran ternak tersebut efektif untuk mengurangi konsumsi LPG.

“Ada banyak mafaat yang didapat. Hemat biaya, karena biaya membeli bahan bakar dan LPG berkurang. Hemat waktu, hemat tenaga, dan punya nilai tambah dan lingkungan bisa bersih. Karena selama ini kotoran cukup membuat kotor sekitar rumah. Dengan pemanfaatan ini, kami harapkan lingkungan bersih,” jelas Imron. did

Baca:  Suhu Bumi Naik 3 Derajat Celsius Tahun 2050

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *