Home » Gresik » 10.000 Warga Gresik Menulis Al Quran Bersama
Master tukang, tutorial pertukangan

10.000 Warga Gresik Menulis Al Quran Bersama

Gresik menegaskan kembali eksistensinya sebagai kota Santri, untuk memperkuat image sebagai kota santri, pemkab gresik mengadakan kegiatan Menulis Al-Quran bersama. Berabagai warga dari seluruh lapisan masyarakat berkumpul, mereka mengikuti kegiatan bertitel Gerakan massal menulis Alqur’an (Gemma) di halaman Kantor Pemkab Gresik, Kamis (24/4) pagi. Rencananya acara Gemma ini akan dicatatkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI). Selain diikuti oleh 10 ribu orang, acara tersebut jarang  diselenggarakan oleh daerah lain di Indonesia.

Apalagi gerakan tersebut diikuti sepuluh ribu massa lebih dari berbagai kalangan dan hasil karyanya dijadikan sebagai dokumen resmi pemerintah.
Saat acara ini digelar, seluruh unsur di Kota Santri ini ikut unjuk kebolehan menulis Al Qur’an. Kegiatan itu, diikuti seluruh komponen masyarakat
yang ada di wilayah Gresik yang terdiri dari pejabat, pelajar, tukang becak, muspida, TNI, hingga nelayan.

Bahkan walaupun bukan peserta namun nampak sejumlah orang ikut menggoreskan pensilnya ke lembaran kertas yang disediakan panitia penyelenggara. Tidak tanggung-tanggung, Wabup Moch Qosim, Kapolres AKBP Zulfikar Tarius, Dandim 0817 Letkol Eko Kusrianto Wibowo, serta pejabat di lingkungan Pemkab Gresik memenuhi tenda di halaman kantor Pemkab Gresik.

Baca:  Petrokimia Gresik Optimis Mengamankan Kebutuhan Pupuk Nasional

Dengan tekun, para pejabat ini berbaur dengan ribuan santri untuk bersama-sama menulis Al-Quran. Wabup Gresik M Qosim disela-sela kegiatan mengatakan, hasil karya tersebut akan dijadikan dokumen pemerintah Kabupaten Gresik. “Setelah menulis rencanannya akan kami jilid dan kita jadikan dokumen pemerintah Kabupaten Gresik,” kata Qosim.

Ditambahkan, kegiatan Gemma digelar untuk membumikan Alqur’an sebagai wujud ketaqwaan terhadap Allah dan Kalamullah. “Tujuannya untuk membumikan Al-Quran kepada masyarakat agar dengan kegiatan ini mampu menciptakan budaya masyarakat cinta Al Qur’an di wilayah Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara itu, Farzain (41) pengagas acara ini mengaku, menulis bersama itu menggunakan sistem follow the line. Sistem ini menebali tulisan tipis yang sudah disediakan panitia. “Acara di Gresik ini adalah yang terbesar dari kegiatan serupa yang pernah ada di Tangerang, Jakarta, Samarinda dan Aceh,” katanya.

Lebih lanjut Farzain mengatakan bahwa keikutsertaan 10 ribu warga Gresik dalam menulis Al-Quran itu rencananya akan diajukan ke Jakarta supaya bisa dicatatkan di Museum Rekor Indonesia (Muri). Sedangkan Andhy Hendro Wijaya Kabag Humas Gresik mengatakan, dalam kegiatan itu
panitia Pemkab telah menyiapkan 12 ribu lembar kertas. “Kertas sebanyak itu habis, malah kurang karena begitu banyaknya warga yang ikuti acara
ini, kata Andhy. (san/ris) “Radar Gresik

Baca:  Bau Semburan Lumpur Gresik Tidak Berbahaya

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *