Home » Gresik » Alih Fungsi lahan di Gresik Membahayakan Ketahanan Pangan
Master tukang, tutorial pertukangan

Alih Fungsi lahan di Gresik Membahayakan Ketahanan Pangan

Upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan agaknya akan berhadapan dengan kepentingan korporasi dan ledakan populasi. Massifnya pengembangan perumahan ditambah laju urbanisasi pendatang semakin menggerus eksistensi petani dan lahan perhtanian. Saatnya pemerintah mulai membuat program pro petani agar petani tidak dengan mudah melepaskan asetnya.

Program pemerintah yang pro petani seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan secara kolektif agar para petani bisa melakukan kalkulasi keuntungan jika tetap mempertahankan lahannya.

Lahan pertanian di Gresik Selatan maupun Utara akan berkurang. Semula 36.000 hektar berkurang menjadi 10.000 hektar, sebab akan dihuni perumahan dan industri mulai 2013.

Penyempitan lahan pertanian seluas 26 hektar ini akan membuat petani bekerja ekstra keras agar bisa memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Gresik sebesar 6000 ton beras di tahun 2012.

Baca:  Sambari Mengklaim Kinerja Pembkab Gresik 2011 Berhasil

Padahal kebutuhan pangan tahun depan akan terus meningkat, karena jumlah penduduk mengalami peningkatan.

“Petani akan ditarget sebesar 6,3 ton di tahun 2012, ini, hal ini sudah mengalami kenaikan dari tahun 2011 yaitu 6,1 ton per hektar, sehingga kebutuhan pangan di Gresik tidak sampai kekurangan pangan, bahkan tetap menjadi surplus beras,” kata Agus D Waluyo, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Senin (14/5/2012).

Peningkatan produksi beras akan dilakukan kepada petani agar menanam padi secara intensif, serta pemupukan secara teratur, agar produktifitas tanaman padi terus meningkat.

Untuk daerah Selatan yang terkena perkembangan industri yaitu di Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, dan sebagian Kedamean. Sedangkan untuk daerah Utara yaitu Kecamatan Manyar.

Baca:  Desa Delegan Kecamatan Panceng Juara The Sunan Giri Award 2012

“Daerah pertanian yaitu, Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. Sebagian daerah Cerme dan Wringinanom. Sedangkan daerah utara yang masih produktif tanaman padi yaitu Kecamatan Panceng, Bungah, Sidayu, dan Ujungpangkah,” jelasnya Agus. (refrensi:surya.co.id)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *