Home » Gresik » Driyorejo Alami Banjir Terbesar dan Terparah
Master tukang, tutorial pertukangan

Driyorejo Alami Banjir Terbesar dan Terparah

Driyorejo Alami Banjir Terbesar dan Terparah. Banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, merendam sebanyak 2.794 rumah di enam desa akibat meluapnya Kalimas setelah curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir ini. Bhakan banjir kali ini dianggap sebagai banjir terparah.

Camat Driyorejo, Kabupaten Gresik, Sujarto, Kamis (11/2) mengatakan banjir disebabkan luapan Kalimas setelah curah hujan tinggi sejak 2 hari terakhir ini dan luapan itu mulai masuk permukiman warga sekitar pukul 04.00 WIB.

“Air luapan Kalimas mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 04.00 WIB, dan saat ini terdapat 2.794 rumah warga di 6 desa terendam banjir,” kata Sujarto di Gresik.

Ia mengatakan enam desa yang terdampak masing-masing adalah Desa Bambe, Cangkir, Driyorejo, Krikilan, Sumput, dan Desa Kesamben, dengan ketinggian air di pemukiman warga mencapai 30 hingga 40 cm.

Baca:  Gresik siaga Banjir, Kasus Tahunan Belum Ada Solusi dari Pemkab

“Dampak yang terjadi sejumlah sekolah terpaksa memulangkan murid-muridnya karena tidak bisa melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya itu, akses jalan untuk menuju ke beberapa desa juga lumpuh, sehingga menghambat aktifitas warga desa setempat,” katanya.

Menanggapi hal itu, Penjabat Bupati Gresik Akmal Boedianto meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik untuk segera melakukan penanganan terhadap warga yang menjadi korban banjir luapan air Kalimas.

“Karena yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga yang rumahnya tenggelam akibat banjir, maka segera lakukan evakuasi,” kata Akmal, saat meninjau lokasi banjir.

Ia mengatakan, Pemkab Gresik telah memberikan sejumlah bantuan berupa sembako yang diterima secara langsung oleh beberapa kepala desa.

Baca:  Perampok Indomaret Gresik Tewas Setelah Duel dengan Karyawan

Kepala BPBD Gresik, Abu Hassan memastikan pihaknya telah menyiapkan mobil siaga bencana, perahu karet untuk evakuasi korban banjir.

“Kami juga siap menyuplai kebutuhan dapur umum di tempat evakuasi berupa bahan baku makanan untuk keperluan memasak. Dan untuk dapur umum secepatnya akan kami koordinasikan dengan dengan pihak kecamatan atau desa terkait,” katanya. [Ant/L-8]

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *