Home » Gresik » Ekonomi Gresik » AKR Land Berminat Bangun Pabrik dan Pergudangan di Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

AKR Land Berminat Bangun Pabrik dan Pergudangan di Gresik

AKR Land Berminat Bangun Pabrik dan Pergudangan di Gresik. Distributor bahan bakar minyak (BBM) PT AKR Corporindo Tbk menyatakan terdapat beberapa perusahaan kimia dan logistik yang tertarik untuk membangun pabrik atau gudang di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. JIIPE merupakan proyek patungan perseroan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

“Ada beberapa perusahaan di industri kimia dan logistik yang tertarik ke pelabuhan. Mudah-mudahan 2016 sudah ada komitmen,” ujar Sekretaris Perusahaan, Suresh Vembu di Jakarta, Selasa (22/9) malam.

Sayangnya, Suresh enggan mengungkapkan nama-nama perusahaan tersebut. Alasannya, ketertarikan tersebut masih sebatas pembicaraan dan belum terdapat hitam di atas putih atau perjanjian.

Baca:  Nasib Pasar Ikan Modern Gresik, Diresmikan Tak Kunjung Operasional

“Saya belum bisa bicara nama perusahaannya. Masih tahap pembicaraan soalnya,” kata Suresh.

Untuk itu, Suresh mengaku AKR tengah berencana memulai pembangunan power plant guna menambah kepercayaan investor. Namun, ia mengaku pembangunan tersebut bakal memakan waktu beberapa tahun.

“Kami mulai pembangunan, mudah-mudahan dalam tiga tahun bisa menyediakan listrik 300 Megawatt dari power plant di sana,” jelasnya.

Suresh menambahkan saat ini konstruksi JIIPE diperkirakan sudah memakan biaya investasi hingga 3,6 triliun. Ia mengatakan, pembangunan keseluruhan diharapkan bisa rampung dalam dua tahun ke depan.

“Sampai sekarang sudah sekitar Rp 3,6 triliun, masih berlanjut. Mungkin tahap I butuh Rp 6 triliun sampai Rp 7 triliun dan bisa sampai 2016-2017,” jelasnya.

Baca:  Kinerja PDAM Gresik Amburadul, Dirut Masih Dipertahankan

Sebelumnya disebutkan, dana tersebut terdiri dari 40 persen pinjaman PT Bank Mandiri serta konsorsium PT Bank Jatim, PT Bank Mandiri, dan juga PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) sedangkan 60 persen sisanya merupakan modal bersama kedua pengembang JIIPE, yaitu Pelindo III dan AKR.

Dana pinjaman tersebut murni digunakan untuk konstruksi mengingat pembelian lahan tak boleh digunakan melalui uang pinjaman.

Uang tersebut dialokasikan untuk konstruksi pelabuhan adalah membangun dermaga seluas 85 hektare dengan panjang 500 meter. Pada pembangunan pelabuhan fase selanjutnya, pengembang berharap bisa memperluas pelabuhan menjadi 400 hektare dengan panjang dermaga 6.500 meter yang diharap rampung pada 2018.

Baca:  MNCTV Ajak Warga Gresik Bergoyang Seru

Sebagai informasi, JIIPE sendiri memiliki total luas sebesar hampir 3 ribu hektare di mana kawasan pelabuhannya sendiri memiliki luas 400 hektare atau 13,37 persen dari total lahan JIIPE. Rencananya, kedalaman draft pelabuhan juga akan ditambah dari 14 meter menjadi 16 meter beberapa waktu ke depan. (CNN Indonesia)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *