Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Bangunan Cagar Budaya Gresik dijadikan Cafe Rolas, Pemilik Diusir Ahli Waris
Master tukang, tutorial pertukangan

Bangunan Cagar Budaya Gresik dijadikan Cafe Rolas, Pemilik Diusir Ahli Waris

Bangunan Cagar Budaya Gresik dijadikan Cafe Rolas, Pemilik Diusir Ahli Waris. Bangunan cagar budaya di Greaik yang tidak sesuai peruntukan di sorot warga, sebab digunakan untuk tujuan komersial seperti warung atau cafe.

Rustam Effendi (79) pewaris bangunan cagar budaya (heritage) Kampoeng Kemasan, Gresik meminta melalui cucunya Casko Wibowo (19) agar keberadaan Kedai Rolas Kampoeng Kemasan Grisse yang sudah berjalan 8 bulan di-stop.

Alasan tidak boleh beroperasi lagi, karena dianggap merusak cagar budaya. Apalagi pengelolah Kedai Rolas Kampoeng Kemasan Grisse bekerja apa adanya tanpa memperhatikan keberadaan bangunan bersejarah.

“Bangunan budaya seharusnya bukan untuk kedai kopi, atau kafe, ” ujar Casko Wibowo kepada wartawan, Selasa (24/05/2016).

Baca:  Mudahkan Petani, Sambari Resmikan Fasilitas Pertanian Gresik

Pemilik Cafe Rolas terpaksa gigit jari lantaran usahanya yang memanfaatkan bangunan cagar budaya di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Komplek Kampung Kemasan Gresik nomor 9 harus berhenti di tengah jalan.

Cafe tersebut berhenti betoperasi setelah pemilik bangunan tersebut melakukan pengusiran. Pemilik bangunan cagar budaya tersebut mengaku tidak pernah memberikan persetujuan berdirinya cafe.

Pengusiran yang dilakukan keluarga Rustam Efendi (78), selaku ahli waris bangunan berlangsung lancar lantaran pemilik cafe sedang tidak ada di lokasi. Pemilik bangunan berencana memanggil pemilik cafe.

“Kami tidak pernah memberikan persetujuan terkait pendirian cafe di bangunan ini,” ujar Rustam Efendi, di lokasi kejadian, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah puluhan tahun menjaga bangunan yang didirikan pada tahun 1879 tersebut agar utuh seperti aslinya. Karena itu, dirinya tidak rela bila bangunan dijadikan cafe seperti saat ini.

Baca:  Buruh Gresik Demo ke DPRD Tolak RPP Pengupahan

“Saya takut jika dijadikan cafe bangunan tersebut berubah bentuk dari sebelumnya,” ungkap dia.

Rustam mengaku baru menyadari jika bangunan miliknya berubah menjadi cafe setelah diberitahu teman dan tetangganya. Dan diketahui pemilik cafe tersebut menyewa dari saudaranya sendiri.

“Kami nanti panggil pemiliknya, yang jelas terkait kontrak sewa saya tidak tahu. Yang pasti, kami minta mereka pergi dari sini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Casko Wibowo, salah satu ahli waris bangunan cagar budaya tersebut. Menurut dia, pihaknya mempersilahkan untuk memanfaatkan bangunan ini, asalkan tidak mengubah bentuk dari bangunan aslinya.

“Kalau dijadikan pusat foto cagar budaya kami tidak mempersoalkan,” kata dia.

Dia meminta kepada pemilik cafe agar segera meninggalkan bangunan tersebut. Selain itu, seluruh perabotan cafe juga harus dipindahkan dari lokasi karena dianggap mengubah bentuk bangunan

Baca:  Petrokimia Gresik Menuju Emerging Industry Leader

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *