Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Buruh Outsourcing PT. Iglas Gresik Tidak Menerima THR
Master tukang, tutorial pertukangan

Buruh Outsourcing PT. Iglas Gresik Tidak Menerima THR

iglas gresikGRESIK – Buruh Gresik terus mendapatkan ketidakadilan atas hak-haknya. Kali ini buruh outsourcing PT Iglas Gresik, terancam tidak bisa menikmati lebaran dengan tersenyum. Selain THR yang tidak diberikan, gaji selama 3 bulan juga bermasalah. Kenyataan ini menambah panjang daftar ktidakadilan yang dialami buruh Gresik, terutama buruh outsourcing.

PT Iglas sebagai sebuah BUMN yang dibiayai pajak rakyat justru tidak mampu memenuhi kewajiban terhadap karyawannya. ini mengakibatkan puluhan buruh outsourcing yang bekerja di perusahaan BUMN, PT Iglas (Persero)  Gresik mengeluh. Bahkan, buruh yang rata-rata ditempatkan di bagian helper dan cleaning tersebut mengatakan jika gajinya selama 3 bulan juga diangsur.

Pengakuan tersebut disampaikan Bambang salah satu buruh outsourcing PT Iglas. Dia menjelaskan bahwa   dirinya bersama rekan- rekannya menuntut agar manajemen PT Iglas (persero) Gresik itu wajib memenuhi tuntutannya. “Tuntutan kami harus segera dipenuhi. Sebab, selain 3 bulan gaji buruh outsourcing diangsur, THR pun kami dengar kabar juga tidak akan diberi. Padahal, THR itu kan hak buruh. Jadi PT Iglas Gresik wajib memberi karena itu sudah aturan,” katanya, Kamis (02/08).

Baca:  Demo Buruh Gresik Tuntut Hak-hak Normatif dan Upah layak

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan bahwa pekerja outsourcing yang bekerja di PT Iglas itu sebanyak 160 orang. Gaji per bulannya  di antara mereka tidak sesuai upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2012 di Gresik.  Pasalnya, mereka digaji sekitar Rp 1.010.000 untuk  buruh cleaning service. Sedangkan  bagi buruh helper sebesar Rp 1.019.000 per bulan.

Menyikapi kondisi tersebut,  Kabid Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik Sumarsono mengatakan akan segera mengambil sikap. Dia berjanji akan segera menurunkan tim khusus  untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Kami   sedang membentuk tim untuk mengawasi perusahaan yang berkaitan dengan masalah THR itu. Jika ada perusahaan yang tidak   memberikan THR pada karyawannya itu akan menjadi perhatian khusus dan penanganan spesial . Sebab, hal itu sesuai dengan Permen nomor 4 tahun 1994,”  imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam Permen (Peraturan Menteri) nomor 4 tahun 1994 dijelaskan bahwa tiap perusahaan diwajibkan memberikan THR sesuai kesepakatan. Pemberian THR pada para karyawannya itu  paling lambat H-7.  ‘’Jadi,  itu waktu terakhir perusahaan harus memberikan THR kepada karyawannya. Jika ada yang perusahaan yang melanggar, ya pasti ada sanksinya. Sebab, aturannya sudah jelas,’’ tutunya dengan nada serius. (bjc/sp/gresik.co)

Baca:  Buruh Gresik Segel Rumah Bos PT Puspetindo

Kata Pencarian:

alamat pt iglas di gresik (1),pt iglas gresik saat ini (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *