Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Ekonomi Gresik Segera Melejit, 100.000 Lowongan Kerja Tersedia
Master tukang, tutorial pertukangan

Ekonomi Gresik Segera Melejit, 100.000 Lowongan Kerja Tersedia

Ekonomi Gresik Segera Melejit, 100.000 Lowongan Kerja Tersedia. Dua industri yang bergerak di bidang kimia dan industri berat (heavy industry) seperti baja dan smelter, dinilai cocok beroperasi di kawasan industri Java International Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

“Kimia, heavy industry itu cocok, karena lautnya bagus, harus masuk Kawasan Industri Strategis Nasional (KSN),” kata Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono saat mengunjungi JIIPE di Gresik, Minggu, 14 Februari 2016.
Imam menjelaskan, dua perusahaan yang sudah mulai membangun pabrik di JIIPE yaitu perusahaan kimia asal Jerman Clariant dan produsen garam Unichem. Dua perusahaan ini diyakini akan mengundang investor asing lainnya untuk masuk dan membangun pabrik di kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan tersebut.

Menurut Imam, faktor integrasi pada JIIPE membuat kawasan industri ini dapat menjadi percontohan bagi kawasan industri lainnya terutama di Indonesia timur. Kawasan yang dibangun PT AKR dan PT Pelindo III ini merupakan generasi ketiga. Konsepnya memadukan beberapa unsur ekonomi serta sosial dan memenuhi kebutuhan industri modern yang berorientasi pada efisiensi dan kontinuitas produksi.

Baca:  Sosialisasi Freeport di Gresik Diwarnai Protes

“Ada empat unsur yang dikembangkan di sini yaitu unsur ketersediaan infrastruktur, manajemen, lingkungan dan sosial. Nilai ekonomi tercipta berbarengan dengan dipertahankannya nilai lingkungan dan keterlibatan masyarakat sekitar,” katanya.

Terkait dengan akses jalan ke kawasan industri, JIIPE membutuhkan pelebaran jalan dan pembangunan Jalan Tol dari Gerbang Tol Manyar sepanjang 7,2 kilometer. JIIPE juga mengusulkan pembangunan rel kereta api sepanjang 12 kilometer.

Guna meningkatkan efisiensi kegiatan ekspor dan impor, JIIPE berencana untuk mengajukan diri sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB). Adapun untuk Juklak PLB saat ini sedang dibahas dan Bea Cukai akan membantu dan mengawal secara langsung manajemen JIIPE terkait rencana tersebut.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, JIIPE dikategorikan sebagai kawasan industri generasi ketiga karena mampu menjadikan kota industri baru yang modern dan mandiri.

Jika telah beroperasi penuh, kawasan ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 100.000 tenaga kerja. Saat ini dalam tahap konstruksi, JIIPE telah melibatkan sebanyak 3.000 tenaga kerja langsung, dimana 90 persen berasal dari masyarakat sekitar.
“Selain itu, dengan beroperasinya JIIPE diharapkan dapat menurunkan biaya logistik hingga 10-20 persen dari total biaya produksi,” kata Saleh. Hal tersebut dikarenakan JIIPE dibangun dengan mengedepankan integrasi antara kawasan industri dengan infrastruktur logistik yang meliputi pelabuhan, jaringan kereta api dan jalan tol.
Saleh menyampaikan, JIIPE telah mengusulkan pembangunan rel kereta api sepanjang 12 km dari JIIPE ke stasiun terdekat. “Saat ini JIIPE sedang menyusun studi kelayakan rencana tersebut,” ujarnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

3 comments

  1. Ada nomer yg bisa di hubungi buat sumber informasi?
    Saya membantu ayah saya.

  2. Semoga segera terealisasi.
    Indonesia makin maju…
    Amin

Leave a Reply to edi rusnoto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *