Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Gresik Migas Terancam Bangkrut
Master tukang, tutorial pertukangan

Gresik Migas Terancam Bangkrut

Gresik Migas Terancam Bangkrut. Salah satu perusahaan BUMD di Gresik yang berperan sebagai trading gas terancam gulung tikar.

Selain tingginya belanja gaji pegawai, GM hanya mendapat pasokan gas 3 mmscfd dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Anggota Komisi B DPRD Gresik Faqih Usman mengatakan, saat ini sulit untuk menyelamatkan PT Gresik Migas bila kondisinya dibiarkan saja. Harusnya ada terobosan yang dilakukan pemkab. Karena memang saat ini perlu campur tangan pemerintah. “Kalaupun mendapat pasokan gas lebih banyak dari PHE WMO, pasti akan kesulitan menjualnya. Ini problem serius untuk Gresik Migas,” ujarnya kemarin.

Apalagi, kata Faqih, kerja sama dengan PT Surya Cipta Internusa (SCI) yang menjual gas GM hanya berlandaskan belas kasihan. Jadi, dengan harga berapa pun bakal diserap SCI. “SCI sebenarnya mendapat pasokan dari Blok Kangean cukup besar dengan harga hanya 8USD per mmbtu (million british thermal unit), tapi mereka mau rugi membeli gas Gresik Migas dengan harga USD8,1. Sistemnya subsidi silang,” ujarnya. Apalagi, sampai saat ini Gresik Migas belum ada kesepakatan harga dengan PT PHE WMO.

Baca:  Gresik Migas Menolak Kenaikan Harga Gas PHE-WMO

Sekarang terjadi tawarmenawar, PHE WMO meminta harga USD7,99 per mmbtu , tapi Gresik Migas menawar USD7,45. Kondisi itulah yang membuat Gresik Migas dalam ancaman kebangkrutan. Faqih Usman yang juga politikus Partai Amanat Nasional itu menambahkan, pasokan gas dari PHE WMO saat ini turun drastis karena pada kontrak sebelumnya Gresik Migas tidak mampu menyerap atau menjual gas sebesar 14 mmscfd yang diberikan PHE WMO. “Apalagi sekarang harga naik, pasokan sedikit. Saat ini saja Gresik Migas sudah rugi Rp435 juta per bulan untuk menutupi biaya produksi,” ujarnya.

Meski begitu, Faqih Usman memberikan alternatif untuk keberlangsungan Gresik Migas dalam bisnis perminyakan lokal. Di antaranya dengan membangun jaringan sendiri sehingga tidak mengharapkan pihak ketiga seperti SCI. “Dengan membangun jaringan sendiri, dipastikan akan mem-permudah mendapatkan pasokan gas dari KKKS lain selain PHE WMO. Bahkan, bisa menyumbangkan PAD yang cukup banyak,” tukasnya. Divisi Teknis dan Operasional PT Gresik Migas Prisdiyanto Wiwoho mengatakan, PT SCI memangberniatmembeligasdari BUMD Gresik Migas itu karena belas kasihan.

Sebab, selama ini Gresik Migas tidak memiliki jaringan pipanisasi sendiri. “Kami manajemen tergantung pemegang saham,” tukasnya. Sebelumnya GM mendapat pasokan gas dari PHW WMO sebesar 17 mmscfd . Jadi, saat itu sumbangan pendapatan Gresik Migas ke PAD mencapai hingga Rp15 miliar. Staf Khusus Keuangan Bidang Keuangan PT Gresik Migas Nurdin Saini mengungkapkan, dengan pasokan gas hanya 3 mmscfd, GM masih harus membeli gas dengan harga USD7,45. Padahal, GM hanya dapat menjual kembali USD8,1 sehingga marginnya hanya sekitar USD0,65.

Baca:  Kepepet, Gresik Migas Segera Rumahkan Karyawan

“Dengan pasokan dan margin sebesar itu, Gresik Migas rugi sekitar Rp435 juta per bulan. Padahal, itu dengan asumsi biaya operasional tahun lalu sebesar Rp890 juta per bulan,” ungkapnya belum lama ini. Selainitu, lanjutNurdin, belum lagi aturan baru Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Tata Kelola Migas No 34/2015 yang mengharuskan setiap BUMD harusmemilikipipasendirihingga end user (pembeli terakhir).

Kondisi itu diperkirakan bakal memperberat operasional GM. Menurut Nurdin, GM bisa mendapatkan keuntungan apabila pasokan gas yang diterima BUMD tersebut minimal 10 mmscfd. Karena dengan jumlah pasokan sebesar itu, biaya operasional, termasuk gaji karyawan dan lain-lainnya, dapat tertutupi. “Kalau tidak, kami terancam bangkrut,” tandasnya.

Baca:  Menteri Perindustrian Kunjungi JIIPE Gresik

 

Source: Koran-sindo.com

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *