Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Jalan Tembus Gresik Kota Baru Terhenti Izin SG
Master tukang, tutorial pertukangan

Jalan Tembus Gresik Kota Baru Terhenti Izin SG

Pembangunan akses jalan tembus Gresik Kota Baru dan Jl Notoprajitno terhambat. Itu terjadi setelah PT Semen Gresik (Persero) Tbk melarang Dinas Pekerjaan Umum Gresik melakukan aktivitas pembangunan. Alasannya, penggunaan lahan milik PT Semen Gresik belum mendapat persetujuan Kementerian BUMN.

Sedianya Pemkab Gresik segera membangun jalan akses dengan anggaran bersumber dari APBD 2012 sebesar Rp 600 juta. Proyek dengan volume pekerjaan sepanjang 2,7 km dan lebar 8 meter juga dilengkapi trotoar di kanan kiri jalan selebar 2 meter. Di sepanjang jalan juga ditambah pembangunan saluran air, membuat lebar jalan akses itu mencapai 12 meter.

Kepala Dinas PU Bambang Isdianto saat dikonfirmasi mengatakan, bekas Galian C milik Semen Gresik yang menghubungkan KIG dengan Jl Sumatera Perum Gresik Kota Baru memang belum bisa dilaksanakan.

Baca:  Petrokimia Gelontorkan 7 Miliar untuk UKM Binaan

Pihaknya menunggu persetujuan pihak PT SG selaku pemilik lahan. “Seharusnya pembangunan di tempat itu sudah dimulai tapi sama PT SG tidak boleh. Kami tidak tahu alasannya seperti apa,” katanya saat dihubungi.

Ditambahkan Bambang Isdianto, kontraktor sebenarnya sudah ada di lokasi proyek berikut peralatan berat. Namun mereka dilarang beraktifitas oleh PT SG. “Katanya pekerja kita dilapangan bahwa proyek tersebut tidak boleh diteruskan dulu menunggu persetujuan Direksi PT SG. Direncanakan Bupati Sambari sendiri yang akan melobi sendiri dalam satu dua hari ini,” ujarnya.

Kepala Bagian Infokom Semen Gresik, Faiq Niyazi saat dihubungi mengatakan bahwa PT SG merupakan bagian dari BUMN. “Jadi bila ada pengalihan aset harus mendapat persetujuan dibawah Kementrian BUMN melalui beberapa prosedur,” katanya. Faiq mengungkapkan bahwa memang benar Bupati Sambari sudah menemui direksi PT SG.

“Pelepasan aset jalan Gresik Kota Baru sedikit susah karena harus mendapat persetujuan Mentri BUMN dan kementrian Keuangan. Jadi tidak hanya PT SG saja yang terkait,” pungkas Faiq. Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT SG Agung Wiharta mengatakan bahwa telah terjadi pertemuan dengan pihak Pemkab Gresik. “Sebenarnya terkait dengan empat point dengan Pemkab Gresik dan itu sudah ada tanda tangan dengan Dirut PT SG,” katanya.

Baca:  Penyimpangan Parkir di Gresik Sangat Marak

Keempat point itu adalah jalan KIG ke Gresik Kota Baru yang dipakai adalah sepanjang 2,5 km lebar 6 meter karena ada banyak struktur PT SG seperti pipa, pinjam pakai untuk jl Notoprayitno sejauh 807 meter dikali luas 11 meter, TPA (tempat pengelolaan akhir) seluas 6 hektare diperpanjang 5 tahun mulai tahun ini kalau lebih dari itu harus ada ijin lebih. Dan terakhir puskesmas Kembangan. (san/ris/Radar Ggresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *