Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Kasus Polusi Batubara, DPRD Gresik Batalkan Hearing
Master tukang, tutorial pertukangan

Kasus Polusi Batubara, DPRD Gresik Batalkan Hearing

Debu polusi batu bara milik PT Gresik Jasatama yang sudah dianggap melewati ambang batas oleh warga terus mendapat tentangan. Ada 7 Kelurahan yang mengalami paparan polusi debu Batu Bara, Anggaota DPRD Gresik sebelumnya pun setuju untuk memediasi antara pihak warga terdampak dengan PT GJT.
Namun, Komisi A DPRD Gresik membatalkan hearing karena ada warga yang tidak mendapat undangan tapi turut hadir dalam hearing.
“Hearing kami batalkan sebab sesuai kesepakatannya sebelum rapat dengan kami. Ada persetujuan dibentuk forum dulu. Tapi, kenyataannya forum belum dibentuk ditambah ada warga yang tidak diundang tapi ikut hearing,” terang Ketua Komisi A DPRD Gresik Djumanto Senin (23/11).
Diakui Djumanto, dengan situasi yang kurang kondusif komisinya memberi kesempatan kepada 7 kelurahan, atau desa yang terdampak polusi batubara untuk segera membentuk forum. Melalui forum yang dibentuk nantinya warga yang terdampak polusi batubara bisa menyampaikan aspirasinya dan tidak ribut sendiri.
“Besar atau kecil forum yang dibentuk terserah warga yang penting ada wadahnya dan mewakili kampung halamannya,” tuturnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Kroman, Abdul Malik (60), terkait dengan kejadian ini menyatakan dirinya setuju dengan usulan dari anggota DPRD Gresik untuk dibentuk forum masyarakat terlebih dulu. “Saya setuju saja asal forum yang dibentuk benar-benar mewakili masyarakat,” ungkapnya.
Abdul Malik menambahkan, polusi batubara yang ditimbulkan PT GJT memang meresahkan. Apalagi, jika saat bongkar muat debu batu bara yang tersapu angin dihirup warga. Selain itu, debu batubara tersebut juga mengotori halaman rumah.
“Kelurahan Kroman ikut terkena dampaknya selain 6 kelurahan lainnya. Di antaranya Kemuteran, Pekelingan, Lumpur, Bedilan, Pulopancikan dan Sidorukun,” tambahnya.
Seperti diberitakan, warga yang berada di 7 kelurahan pernah melakukan unjuk rasa di PT GJT. Aksi itu, dilakukan karena warga menganggap aktivitas di perusahaan itu menimbulkan debu polusi batubara dan dampaknya sangat mengganggu kesehatan. (uki/nov)

Suarakan Pendapatmu

comments

Baca:  Gedung DPRD Gresik Sepi Ditinggal Banggar Kunker Ke Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *