Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Maspion Hentikan Penjualan Tanah Kawasan Industri Maspion
Master tukang, tutorial pertukangan

Maspion Hentikan Penjualan Tanah Kawasan Industri Maspion

kawasan industri maspionMaspion Group untuk sementara menghentikan penjualan tanah di Kawasan Industri Maspion di Benowo Surabaya dan Kawasan industri Maspion Industrial Estate (MIE) Manyar, Gresik. Presdir Maspion Group Alim Markus mengatakan, penghentian penjualan sementara itu dilakukan karena broker yang ikut menjual. Padahal, Maspion tidak pernah menggunakan jasa broker dalam memasarkan dan menjual tanah di dua KI tersebut.

“Selama kami menjual sendiri Kawasan Industri Maspion ,” kata Alim Markus saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu. Menurut dia, tanah yang sudah dijual oleh broker itu sudah puluhan hektar. Diperkirakan penjualan dilakukan sekitar tiga tahun lalu. Karena itu, lanjut ALim markus, jajaran komisaris dan direksi Kawasan Industri Maspion Group kaget ketika mengetahui adanya penjualan lahan oleh broker.

Apalagi yang dijual cukup luas dan pembeli saat ini sudah mulai melakukan kegiatan pengurukan. Selain itu, proses pemecahan sertifikat juga sedang dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya dan Gresik. Agar tidak ada pihak yang dirugikan, Alim Markus mengungkapkan, PT Bumi Maspion telah mengirimkan surat ke BPN Surabaya.

Baca:  Maspion Akan Bangun Dua Dermaga Lagi di Gresik

Isinya minta agar pemecahan sertifikat dilakukan pemblokiran. PT MIE juga mengirimkan surat ke BPN Gresik yang isinya sama. Adanya penjualan tanah oleh broker itu, telah dibahas oleh komisaris dan direksi Maspion. Hasilnya diduga telah terjadi pemalsuan keterangan, dan penyalahgunaan wewenang. Rapat juga sepakat untuk membentuk tim yang beranggotakan direksi dan asisten direktur. “Tim yang akan berhubungan dengan pembeli dan broker yang melakukan penjualan tanah milik Maspion Group,” jelas dia.

Meski dirugikan, Alim Markus tidak bersedia menyebutkan nama broker Kawasan Industri Maspion itu. Upaya mediasi masih dilakukan dan pembelinya diminta untuk  berhubungan dengan tim paling lambat 30 September mendatang. Alim Markus menambahkan, sekarang ini permintaan tanah di Kawasan Industri Maspion milik Maspion cukup banyak. Beberapa investor dari China telah datang dan akan merelokasi pabriknya ke KI milik Maspion. (za/hen/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *