Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Mencegah Keruwetan Perparkiran Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Mencegah Keruwetan Perparkiran Gresik

parkir gresikMencegah Keruwetan Perparkiran Gresik. Persoalan perparkiran di Kota Gresik berada di titik kesemrawutan. Dinas Perhubungan yang membawahi dan bertanggungjawab menangani parkir dibuat tidak berdaya oleh keberadaan pengelola parkir, oknum jukir hingga lahan parkir liar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, regulasi perparkiran Gresik berlangganan sangat dibutuhkan untuk pemasukan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir, serta menertibkan pengelolaannya.

Sejumlah daerah di Jawa Timur bisa dijadikan contoh dan berhasil menekan kebocoran sector perparkiran . “Perlu adanya peningkatan managemen dalam pengeloaan parkir terutama yang berlangganan,” kata anggota komisi B Ahmad Kusrianto kemarin. Menurutnya, pengelolaan parkir tepi jalan umum di Gresik perlu dilakukan perubahan.

Jika tidak, maka akan banyak kebocoran sehingga target PAD tidak pernah tercapai. “Prinsip utama dalam pengelolaan parkir berlangganan adalah kejujuran, transparansi, akuntabilitas dan pembinaan,” Katanya. Pada kesempatan itu, Anton demikian politisi PDIP ini dipanggil, bahwa parkir berlangganan juga memerlukan adanya konsistensi dan kejujuran dalam pengelolaan. “Maka harus ada pembinaan yang intens kepada juru parkir yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Baca:  DPRD Gresik Pantau Laporan FiktiF CSR Perusahaan di Gresik

Sedikitnya ada delapan kabupaten kota yang telah menerapkan sistem parkir berlangganan di Jawa Timur. Hasilnya cukup memuaskan untuk ukuran daerah tersebut. Dia mencontohkan Kabupaten Kediri, bisa meraup PAD sekitar Rp 4 miliar dari parkir tepi jalan umum. Di kota itu, tiap tahun mobil ditarik Rp 40 ribu, sementara motor Rp 20 ribu saat membayar pajak kendaraan bermotor.

PAD parkir yang masuk didistribusikan ke sejumah pihak termasuk aparat kepolisian, sehingga tidak ada lagi mafia parkir yang ikut bermain. Selain itu hasil pendapatan juga digunakan untuk pembinaan juru parkir, tiap dua bulan sekali. Bagi jukir yang datang dapat uang transport dan berkesempatan meraih doorprize. Padahal jumlah pemilik kendaraan bermotor di Kabupaten Kediri cuma 300 ribu, jauh di bawah Semarang yang jumlah populasi kendaraan bermotor mencapai 1,2 juta unit.

Baca:  Minimarket Menjamur di Gresik, siapa yang Diuntungkan?

Ditempat terpisah, Warga Manyar, Moch Ihsan berkomentar pemerintah Daerah harus serius menyikapi persoalan perparkiran Gresik yang ada di hampir semua daerah di negara kita. Betapa tidak, praktek parkir liar sudah sangat meresahkan masyarakat. Beberapa kasus terkait dengan parkir antara lain , petugas tidak memberikan karcis parkir kepada pelanggan.

Ini artinya uang yang diterimanya akan masuk kantong pribadi. Seringkali petugas parkir meminta lebih dari ketentuan. Bahkan pengalamannya beberapa hari yang lalu petugas parkir alunalun Gresik meminta seribu rupiah dan tidak gak dikasih karcis. ”Keamanan terhadap sepeda atau mobil bukan tanggungjawab petugas atau pengelola. Kalau begitu, apa fungsinya ada retribusi parkir,” katanya.(rtn/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *