Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Pasar Sidomoro Gresik Diobral Lagi
Master tukang, tutorial pertukangan

Pasar Sidomoro Gresik Diobral Lagi

pasar sidomoro gresikPasar Sidomoro Gresik Diobral Lagi. Pembangunan pasar Sidomoro Gresik yang berada di kawasan Sentolang Kecamatan Kebomas Gresik sepertinya tersiakan. Sejumlah cara telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, namun tidak begitu membuahkan hasil.

Karena kurang peminat, pengelola pasar Sidomoro Gresik yakni Disperindagkop Pemkab Gresik sampai-sampai harus dilakukan langkah instan kembali dengan menurunkan tarif stan pasar tersebut.

Saat ini, draf penurunan tarif itu tengah dibahas di internal legislatif. Hanya saja, rencana penurunan tarif pasar Sidomoro Gresik tersebut mendapat sorotan. Maklum, kebijakan ini dianggap merugikan karena penurunan tarifnya luar biasa tinggi. Apalagi, tarif stan pasar lain malah dinaikkan.

Rencana itu terungkap dari dokumen revisi retribusi jasa umum. Angka penurunan tarif stan pasar Sidomoro terbilang besar, yakni di atas 50 persen dari tarif saat ini. Untuk kelas A, Pemkab menetapkan tarifnya menjadi Rp 5 Juta per meter persegi. Sedangkan, untuk kelas B, tarif penempatan diproyeksikan senilai Rp 4 Juta per meter persegi.

Baca:  Terminal Bunder Gresik Lumpuh Akibat Awak Bus AKDP Demo

Sedangkan, untuk kelas C Cuma dipatok Rp 3 Juta per meter. Tarif ini berbeda dengan sebelumnya. Saat ini, kelas utama dipatok Rp 13,5 Juta per meter persegi, sedangkan untuk kelas B dihargai Rp 12,5 Juta per meter persegi. Sedangkan, untuk kelas C dipatok Rp 11,5 Juta. Penurunan ini adalah yang kesekian kalinya.

Sebelumnya, harga yang berlaku saat ini juga sudah turun 25 persen dari tarif awal yang diberlakukan pada 2010 silam. Kebijakan itu tidak lepas dari tak kunjung lakunya pasar yang ada di kawasan Sidomoro itu. ”Ini baru sebatas usulan. Namun, semua masih menunggu hasil pembahasan antara eksekutif dan legislatif,” kata Andhy H Wijaya Kabaghumas Pemkab Gresik, kemarin.

Menurut Andhy, keputusan obral tarif penempatan stan pasar Sidomoro Gresik itu sendiri memang tidak lepas dari tak kunjung lakunya stan-stan pasaritu, terutama di lantai dua. “Karena hingga kini, yang sudah ditempati pedagang adalah stand di lantai satu. Sedangkan, sebanyak 219 stan di lantai dua sama sekali belum laku,” jelasnya.

Baca:  Persoalan Pasar Sidomoro Gresik karena Lemahnya Instansi

Hanya saja, rencana itu ternyata mendapat resistensi di internal legislatif. Pasalnya, selain dianggap terlalu drastis, penurunan itu dianggap tidak sesuai dengan kondisi ekonomis saat ini. ”Padahal, stan-stan pasar lain terus mengalami kenaikan? Ini kok malah diturunkan? Apa tidak ada alternatif lain,” kata anggota komisi D Siti Muafiyah. Dia mengaku pesimistis kebijakan ini bisa membuat pasar Sidomoro Gresik laku. Pasalnya, dari keberadaan pasar itu dianggap tidak ideal.(san/ris/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *