Home » Gresik » Ekonomi Gresik » PDAM Gresik Tidak Maksimal Melayani Pelanggan
Master tukang, tutorial pertukangan

PDAM Gresik Tidak Maksimal Melayani Pelanggan

Gresik – PDAM Gresik tidak maksimal melayani pelanggan, debit air yang minim dan keluhan pelanggan yang datang bertubi-tubi tidak mampu mendongkrak kinerja PDAM Gresik. Parahnya, PDAM Gresik masih bernafsu membuka sambungan untuk pelanggan baru. Nafsu besar kemampuan kurang ini sempat mendapatkan kritikan dari Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Untuk melayani 56 ribu pelanggan PDAM di Kecamatan Kota, Kebomas dan Manyar, PDAM Gresik terpaksa menerapkan sistem  pembagian secara bergilir. Itu artinya, ada pelanggan yang tidak kebagian air selama beberapa waktu. Pemberlakuan sistem   giliran pasokan air bersih dilakukan kepada semua pelanggan baik rumahtangga maupun industri.

Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah jika PDAM Gresik mendapatkan sumber baru untuk memasok kebutuhan air bersih pelanggannya. Sayang, hingga kini upaya manajemen air bersih ini gagal mencari sumber baru. Salahsatunya air dari waduk Ngipik di Jl Tri Dharma Kelurahan Ngipik yang hingga kini belum dilepaskan oleh pemiliknya yakni PT Semen Gresik (Persero) Tbk serta PT Petrokimia Gresik.

Baca:  10.000 Mangrove Ditanam di Ujung Pangkah Gresik

“Karena debit air di sumber utama yakni Kali Surabaya turun, maka produksi air juga ikut turun. Kami sudah mengantisipasi keadaan ini dengan menghentikan pasokan ke pelanggan secara bergilir,” kata Direktur Utama PDAM Gresik, Muhammad, kemarin.

Diakui, penggiliran pasokan air bersih menjadi satu-satunya solusi agar produksi PDAM Gresik jalan terus. Yang terpenting, kata dia,  warga mendapatkan air secara merata melalui sistem penghentian aliran air secara bergilir. “Mau bagaimana lagi karena tidak adanya suplai air yang mencukupi,” katanya.

Dijelaskan, penghentian di tiga kecamatan dilakukan, karena wilayah itu merupakan yang terjangkau oleh PDAM Gresik, sebab  jaringan PDAM Gresik belum menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Selain itu, beberapa upaya juga dilakukan seperti penambahan stok air dari wilayah Kota Surabaya dan upaya kerja sama dengan pihak Semen Gresik selaku pemilik Telaga Ngipik yang juga mempunyai cadangan mata air.

Untuk memasok kebutuhan air bersih penduduk di dalam perkotaan, PDAM Gresik membutuhkan 150 liter per detik. “Artinya dalam 24 jam kita membutuhkan 12.960.000 liter, dan itu belum termasuk daerah lain diluar kota,” katanya. Akibatnya, sekitar 13 kecamatan akan mengalami kekurangan air bersih pada bulan Ramadhan, sebab kebutuhan air bersih dipastikan juga cukup tinggi untuk kebutuhan ibadah.

Baca:  Menghindari Larangan, Karaoke Mamamia Menyamar Jadi Resto

Terkait mekanisme penjatahan air ini, Arief Fahrudin, warga Jl Kalimantan Perumahan GKB mengaku tidak kaget. Hampir tiap tahun dia dan pelanggan PDAM Gresik lainnya di perumahan selalu bermasalah dengan air. “Itulah mengapa kami di perumahan GKB ini rata-rata memiliki tandon air, ya gara-gara PDAM Gresik tidak mampu melayani pelangganya dengan optimal,” kata dia.

Sejak menempati rumah 8 tahun silam, hampir tiap musim kemarau pasokan air selalu macet. Kadang dua hari lancar, empat hari mampet. Dan hal itu terjadi terus menerus tanpa ada solusi kapan akan berakhir. Untuk mengisi tandon air saat pasokan berhenti, Imron Safaat,
warga Perum GKA terpaksa membeli air melalui truk tangki.

Baca:  Box Culvert Kali Tutup Gresik Akan Jadi Parkiran Wisata

Pegawai swasta ini menyebutkan, dalam sepekan pihaknya harus membeli air bersih dari truk tangki dengan harga 75 ribu isi 5 ribu liter. “Kalau tidak beli kami tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih, sebab air PDAM Gresik juga tidak normal, padahal kondisi normal kami hanya mengeluarkan uang Rp 35 ribu untuk bayar PDAM,” keluh Imron.(san/ris/rdrgrsk)

Suarakan Pendapatmu

comments

4 comments

  1. pk untuk beli tngki air no telp / alamatnya dmn ya??mohon bantuannya
    terima kasih

  2. pagi para direksi,saya mau mask baru mask di mintai uang Rp 6 jtan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *