Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Penyimpangan Parkir di Gresik Sangat Marak
Master tukang, tutorial pertukangan

Penyimpangan Parkir di Gresik Sangat Marak

penyimpangan parkir gresikSejumlah titik parkir di Gresik ditengarai terjadi penyimpangan. Penyimpangan parkir di Gresik itu diketahui dari titik parkir tidak sesuai dengan dokumen perjanjian kerjasama. Pelanggaran lainnya adalah terjadinya penguapan pendapatan sektor parkir. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Komisi B DPRD Gresik, penyimpangan itu dijumpai di sekitar Pasar Kota Jl Samanhudi, Alun-Alun Jl Wakhid Hasyim, dan kawqasan Kali Tutup.

Titik tersebut sebenarnya dikerjasamakan Dishub Gresik dengan pihak ketiga. Dalam perjanjian itu, pengelola mendapat jatah pemakaian titik parkir seluas 10 meter persegi. Faktanya pengelola menggunakan lahan sepanjang 20 meter. Mereka juga memakan badan jalan sekitar 3 meter yang dipakai untuk parkir 2 motor depan belakang padahal luas jalan cuma tidak kurang dari 5 meter saja.

Hal ini selalu menimbulkan kemacetan apabila ada truk atau mobil masuk daerah sekitar. Demikian juga di sepanjang Jl Samanhudi. Mengacu pada data titik parkir di Gresik yang dilelang Dishub, sebenarnya lahan yang ditetapkan menjadi lahan parkir hanyalah 800 meter persegi. Kondisi di lapangan berkata lain dan berbeda dengan data yang ada.

Baca:  Jokowi Antusias, JIIPE Gresik Berpotensi Serap 60.000 Pekerja

Tak hanya memanjang  di sepanjang jalan itu, pengelola parkir di Gresik juga masih memakai separo Jl Samanhudi. Jika ditotal, luas lahan itu lebih dari  1.500 meter persegi. Kondisi tak jauh berbeda terjadi di titik-titik lain. Temuan yang paling janggal adalah di titik parkir sebelah timur alun-alun. Dari data berupa surat kerjasama kontrak antara Dishub dan pengelola parkir, titik parkir yang ditetapkan adalah di alun-alun sebelah timur.

Dishub Gresik Tutup Mata Atas Penyimpangan Parkir

Namun, ternyata, dalam pelaksanaannya pengelola parkir malah memakai lahan di sebelah selatan Alun-alun untuk lokasi parkir. Untuk diketahui,
dalam pengelolaan parkir, Pemkab menyerahkan pengelolaan seluruh titik parkir di Gresik kepada pihak ketiga. Untuk titik potensial memakai sistem lelang. Di mana, ada 13 titik parkir yang dilelang seluas 4.400 meter persegi.

Baca:  Jalan Tol Gresik - Surabaya Ambles

Selain itu ada 14 titik parkir di Gresik yang dikontrakkan ke pihak ketiga. Dari sistem ini, penghasilan dari parkir mencapai angka Rp 2,2 miliar. Kondisi itu mendapat sorotan dari beberapa langan. Pasalnya, pelanggaran itu berpotensi merugikan daerah. ”Pengelola parkir bisa mengeruk keuntungan yang sangat besar. Sebab, dia hanya membayar kontrak sesuai dengan luasnya saja,” kata anggota komisi B, Nasir Cholil, kemarin.

Di sisi lain, pemasukan untuk daerah pun jauh dari kenyataan di lapangan. Belum lagi, persoalan penataan parkir di Gresik tetap semrawut. ”Makanya, kami minta masalah ini segera dievaluasi,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dishub Gresik Achmad Nuruddin belum bisa dikonfirmasi. Berkali-kali ditemui di kantornya tidak ada. (san/ris/radargresik/jpnn)

Baca:  Dishub Gresik Belum Menemukan Solusi Kapal Bawean

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *