Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Petani Garam di Gresik Meradang
Master tukang, tutorial pertukangan

Petani Garam di Gresik Meradang

petani garam gresikTidak selamanya panen mendatangkan keuntungan. Setidaknya itu yang dialami ribuan petani garam di Gresik. Kala musim kemarau seperti saat ini, mereka memanen ribuan ton garam rakyat yang terhampar di sepanjang Pantura Gresik.

Sayang, panen petani garam di Gresik kali ini tidak semanis yang dibayangkan petani. Asin mirip rasa garam itu sendiri. Sejak sebulan terakhir harga garam di tingkat pasaran terus merosot jauh dibawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 700 perkilogram. Entah ulah spekulan atau mafia importir garam yang bermain, harga garam kini terjun bebas.

Penurunan harga ini membuat para petani garam di Gresik pasrah karena tidak mampu berbuat untuk mengatrol harga garam sesuai ketetapan pemerintah. Kegalauan akibat harga merosot ini dirasakan oleh ratusan petani garam yang ada di Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar. Mereka dihadapkan dilema, saat ini panen garam melimpah, disisi lain harga garam di pasaran saat ini justru mengalami kemerosotan.

Baca:  Pelabuhan Manyar Gresik Mulai Beroperasi, Ekonomi Makin Terpacu

Para petani garam Gresik menunggu momen panen garam untuk menambah tabungan atau menutupi biaya hidup sehari-hari. Mereka menunggu hasil panen dengan melakukan proses yang tidak mudah dan membutuhkan waktu berbulan-bulan lamanya. Kini mereka mereka tidak mampu menikmati hasil kerja keras mereka sendiri selama ini.

Apabila biasanya harga garam itu bisa mencapai hingga angka Rp700 per kilo, kini harga garam itu bisa dikatakan merosot dengan sangat drastis. Yaitu, berada dikisaran angka Rp 400 per kilo. Kondisi seperti ini diperkirakan akana terus berlangsung. Pasalnya, pada saat musim panen seperti ini, persediaan garam yang ada di tengah-tengah masyarakat kemungkinan tidak akan mengalami kekurangan, bahkan bisa dikatakan cukup banyak.

Baca:  Sertifikat Perumahan ABR Gresik Tak Kunjung Keluar, Warga Protes

Salah seorang petani Garam di Gresik Desa Sukomulyo Muhammad Fajri (54) mengatakan, saat kemarau seperti ini, produktivitas pembuatan garam bisa terus mengalami peningkatan. Peningkatan itu bisa menembus hingga mencapai 10 ton per hektarnya. “Khususnya pada bulan Oktober nanti, kemungkinan peningkatannya akan sangat besar,”tutur Fajri.

Kendati demikian, baik Fajri ataupun petani garam yang lainnya mengaku tidak mampu menghindari persoalan anjloknya harga garam tersebut. Pasalnya, mereka mengaku tidak mampu melakukan tindakan apapun untuk mempengaruhi kebijakan naik dan anjloknya harga garam yang ada di pasaran. “Ya itu tadi, yang menguasai harga di pasaran itu ya para tengkulak tadi,”tutur Fajri sembari mengangkut hasil panen garamnya.

Baca:  Petrokimia Kembangkan Kapasitas Pelabuhan Internal

Oleh karena itulah, Fajri berharap supaya pemerintah melakukan sebuah tindakan nyata, untuk melakukan stabilisasi harga garam yang ada di Gresik. “Ya supaya para petani garam kecil seperti kami ini tidak lagi mengalami persoalan seperti ini lagi,” harapnya. (jan/ris/radargresik/jpnn)

 

 

 

Kata Pencarian:

petani garm (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *