Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Petrokimia Gresik Berkomitmen Dukung Ketahanan Pangan
Master tukang, tutorial pertukangan

Petrokimia Gresik Berkomitmen Dukung Ketahanan Pangan

ARIES WAHYUDIANTO – Wartawan Radar Gresik

Kabupaten Gresik – Pemerintah sedang bahu membahu mengamankan ketahanan pangan nasional menuju swasembada beras. Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta  BUMN di lingkugannya membantu petani untuk meningkatkan hasil produksinya. Dan PT Petrokimia Gresik berusaha merealisasikannya melalui  sejumlah strateginya.

MENEG BUMN Dahlan Iskan secara tegas mengaku malu karena Indonesia masih mengimpor beras hingga 1,7 juta ton tahun lalu, karena produksi  padi turun 40 persen. Lantas pemerintah mencanangkan program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi).

PT  Petrokimia Gresik sebagai BUMN yang bersentuhan dengan produksi pertanian berupaya mewujudkan BUMN penyediaan pupuk, pembasmi hama, benih unggul. Yang sudah dilakukan PG di antaranya mengembangkan bibit Inpari 13 yang diberi nama Petrosed. Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman pada acara di Sragen mengatakan, Petroseed diproduksi melalui kerjasama kemitraan dengan kelompok tani dan petani  penangkar di beberapa daerah potensial penghasil padi di Jawa Timur.

Keunggulan dari benih padi Petroseed adalah tahan wereng coklat biotipe 2,3 dan tahan terhadap bakteri hawar daun strain III dan IV. Inovasi benih Petroseed diciptakan bertujuan agar swasembada pangan tercapai melalui benih unggul karena bisa mempengaruhi hasil panen. Varietas benih yang dikembangkan adalah varietas Ciherang, Inpari 1, IR 64 dan Inpari 13.

Baca:  HUT Bhayangkara Polres Gresik Dipusatkan di Mapolsek Driyorejo

“Belakangan, mulai dikembangkan varietas padi hibrida (Petro Hybrid) yang sudah mulai diujicobakan oleh ke petani di berbagai daerah,” kata dia.
Inovasi lainnya adalah dengan edukasi pemupukan berimbang melalui program 5:3:2. Komposisinya berupa 500 kg Petroganik, 300 kg Phonska,  dan 200 kg Urea. Selain edukasi, Petro juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah yang memiliki lahan pertanian dan menjadi sentra  produksi beras.

Di Kabupaten Gresik, Petrokimia Gresik bersama Dinas Pertanian mengujicobakan varietas Inpari 13 atau Petroseed. Varietas ini merupakan  pengembangan padi non hybrida jenis baru hasil rekayasa genetik. Uji coba dilaksanakan di Kecamatan Dukun. Dalam uji coba di Desa Bangeran, padi jenis inpari ini mampu menghasilkan panen sebesar7,334 ton/hektar gabah kering panen (GKP) atau 6,242 ton/hektar gabah kering giling  (GKG).

Baca:  Tikar Bawean Butuh Sentuhan Pemasaran Modern

Dibandingkan dengan IR 64 yang ditanam pada lahan dan perlakuan yang sama, IR 64 hanya mampu menghasilkan 5,530 ton/hektar GKP atau  4,737 GKG. Hal itu diakui oleh Mohamad Habib, Ketua Kelompok Tani di Desa Bangeran Kecamatan Dukun. Keunggulan produksi padi jenis baru, Inpari 13 atau Petroseed padi ini lebih tahan hama.

Itu dibuktikan saat penanaman, varietas ini tidak diserang hama dibanding padi jenis lain milik kelompok tani lainnya. Di lahan desa Bangeran ini  yang paling cocok adalah varietas Inpari. “Dibanding IR 64, inpari 10 ini mempunyai selisih keuntungan sekitar Rp 5.600.000/hektar,” ujar  Habib.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Agus Joko Waluyo mengaku, pola kerjasama yang dilakukan bersama PT Petrokimia Gresik dengan varietas bibit unggulan dan ketersediaan pupuk sangat menguntungkan. Setidaknya dari sisi produksi panen awal musim tanam 2012 sukses. Hampir tak ada
laporan adanya serangan hama.

Kondisi ini berimbas pada produksi pada panen awal sampai pertengahan April 2012 cukup bagus. Dari hasil salah satu demplot didesa Raci Wetan telah menghasilkan 10,4 ton/hektar Gabah Kering Panen (GKP) atau kalau dikonfersi menjadi gabag kering giling mendapat hasil sekitar 9  ton/hektar.

Baca:  Gresik United Menang 1-0 Lawan Persiram

Jumlah tersebut meningkat dari rata-rata produksi Kabupaten Gresik yang hanya 6,1 ton/ha gabah kering giling (GKG). Sesuai perhitungan, Dinas Pertanian optimis Gresik surplus produksi sekitar 200.000 ton. Hal ini bisa dilihat dari produksi setahun yang mencapai 330.000 ton. Sedangkan
konsumsi masyarakat Gresik sekitar 130.000 ton pertahun.

Jumlah ini dalam perhitungan rata-rata 6,1 ton/hektar dengan luas areal tanaman padi di Gresik seluas 62.000 ha. Dengan keberhasilan itu,  Petrokimia Gresik optimis bisa memenuhi target pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional. Melalui program program GP3K serta Peningkatan Produksi Beras Nasional, bersama BUMN lainnya serta dukungan pemerintah daerah, harapan Indonesia akan mengalami surplus beras 10 juta ton beras pada tahun 2014 bisa dicapai. (*) Radar Gresik

Kata Pencarian:

jenis beni padi chierang agen gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *