Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Pupuk Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Inovatif di Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Pupuk Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Inovatif di Gresik

Pupuk Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Inovatif di Gresik. PT Pupuk Indonesia Energi, anak usaha PT Pupuk Indonesia, mulai membangun proyek pembangkit tenaga listrik dan uap berbahan bakar gas bumi, Gresik Gas Cogeneration Plant (GGCP), di kawasan pabrik Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur.

Proyek senilai US$ 47 juta mampu menghasilkan 22 MW listrik dan 160 ton per jam uap yang diantaranya akan dimanfaatkan pabrik Amoniak Urea (Amurea) II yang saat ini sedang dibangun Petrokimia Gresik.

Karena proyek Amurea II mulai beroperasi pada Desember 2017, maka proyek GGCP ditarget bisa rampung pada November 2017.

Dirut PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, kedepan konsumsi listrik di lingkungan anak perusahaan Pupuk Indonesia akan bertambah seiring dengan pengembangan sejumlah pabrik pupuk baru oleh anak perusahaan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Contohnya, pabrik Amurea II yang kini sedang dibangun Petrokimia Gresik.

Baca:  Pengalihan Pasar Sidomoro Kepada Matahari Dipersoalkan DPRD Gresik

Selain itu, Petrokimia Gresik juga sedang menyiapkan proyek pabrik Phonska V. Dengan beroperasinya pabrik baru itu kebutuhan listrik di Petrokimia Gresik juga akan meningkat.

Guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia melalui anak usahanya, Pupuk Indonesia Energi, mulai membangun proyek pembangkit listrik dan uap (GGCP) ini.

Sinergi pemanfaatan energi listrik di lingkungan anak perusahaan Pupuk Indonesia ini diharapkan akan memberikan nilai tambah (added value) pendapatan baik kepada Pupuk Indonesia sendiri maupun anak perusahaan.“Sinergi ini akan menghasilkan efisiensi. Produk yang dihasilkan bisa bersaing dan daya saing perusahaan juga akan lebih kuat,” kata Aaas di sela Pemancangan Tiang Pertama Proyek GGCP di Gresik, Sabtu (30/1).

Baca:  Penyumbang CSR di Gresik Akan Dibukukan

Sementara, Dirut PT Pupuk Indonesia Energi, Tentaminarto.TF menyatakan tenaga listrik 22 MW dan uap 160 ton per jamyang dihasilkan dari GGCP selain dimanfaatkan Pabrik Amurea II, juga akan digunakan pabrik lainnya di lingkungan Petrokimia Gresik. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) yang ditunjuk selaku kontraktor diberi waktu 22 bulan terhitung sejak 26 November 2015 untuk bisa menyelesaikan proyek dengan nilai kontrak sekitar USD 47 juta itu pada September 2017. “Sehingga ditargetkan proyek sudah bisa dioperasikan pada November 2017,” katanya.

Selain Petrokimia Gresik, lanjut dia, anak usaha Pupuk Indonesia lainnya seperti Pupuk Sriwijaya, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Kujang Cikampek, Pupuk Kalimantan Timur dan Rekayasa Industri juga membutuhkan nilai tambah dari efisiensi pemanfaatan energi listrik tersebut untuk memperkuat daya saing mereka.

Baca:  Petrokimia Gresik Sebar 1,35 Juta Ton Pupuk Subsidi

Oleh karena itu, rencananya proyek serupa juga akan dibangun di semua kawasan pabrik pupuk itu. “Dalam waktu dekat Pupuk Indonesia Energi juga akan segera merealisasikan pembangunan proyek pembangkit listrik di kawasan pabrik Pupuk Iskandar Muda,” ujar Tentaminarto.

Kuntari L. Wahyuningdyah Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Energi, menambahkan berbeda dengan pembangkit listrik di Petrokimia Gresik yang menggunakan gas sebagai bahan bakar, proyek pembangkit listrik di Pupuk Iskandar Muda menggunakan batubara sebagai bahan bakar.

Saat ini proyek sedang memasuki tender dan proyek akan dimulai kontruksinya akhir tahun ini. Masa kontsruksi akan memakan waktu sekitar 33 bulan.“Sehingga dengan begitu proyek diperkirakan akan selesai dan disiap dioperasikan pada semester II tahun 2019,” katanya.

 

Investor Daily

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *