Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Semen Gresik Menerapkan Green Industry
Master tukang, tutorial pertukangan

Semen Gresik Menerapkan Green Industry

Semen Gresik Menerapkan Green Industry

 

BERITA GRESIK – Kepedulian berbagai sektor industri untuk berkomitmen terhadap green energi dan keberlangsungan lingkungan semakin menggeliat. Berbagai BUMN papan atas juga menerapkan pola efisiensi dengan menggunakan kembali hasil limbah industrinya. Istilah dalam eco industri adalah re-use, sehingga berbagai limbah berbahaya tidak mencemari lingkungan bahkan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Salah satu perusahaan yang berkomitmen pada gerakan peduli lingkungan dan efisiensi adalah PT. Semen Gresik Tbk. ”Kepedulian terhadap lingkungan secara nyata in-line dengan tujuan perseroan untuk melakukan efisiensi demi peningkatan kinerja. Perseroan yakin, semakin perusahaan punya perhatian khusus terhadap lingkungan, kinerja perusahaan justru akan semakin membaik,” ujar Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto.

Baca:  Proyek Kemenristek di Kebomas Gresik Mangkrak

Spirit keberlanjutan lingkungan sangat berdampak pada kinerja perusahaan PT. Semen Gresik, terutama dari sisi efisiensi. Sejumlah inovasi pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh perseroan antara lain memanfaatkan limbah industri seperti Cooper Slag, Fly Ash, Cement Retarder menjadi bahan baku substitusi menggantikan pasir besi, pasir silika, dan gipsum alam.

Perusahaan juga mengubah wilayah bekas tambangnya untuk lahan produksi tanaman yang bisa menjadi bahan bakar alternatif bagi proses produksi. Dari lahan bekas tambang itu, perseroan bisa mendapat suplai bahan bakar alternatif untuk menunjang proses produksi. Dwi mengatakan, perseroan juga melakukan pengelolaan sampah kota secara modern untuk diolah menjadi energi alternatif guna menopang aktivitas produksi perseroan. Konsep yang diusung adalah ”waste to zero”.

Baca:  Gresik Diserbu Tenaga Kerja Asing Ilegal

Dalam hal ini, perusahaan akan memanfaatkan sampah kota, terutama dari dua kota di mana perseroan banyak beraktivitas, yaitu Gresik dan Tuban, Jawa Timur.Volume sampah di Gresik tercatat sebanyak 650 meter kubik atau sekitar 217 ton per hari. Adapun volume sampah di Tuban sebesar 250 meter kubik atau 83 ton per hari.

”Sampah kota tersebut bisa dimanfaatkan menjadi energi alternatif, pupuk kompos, dan recycle material. Perusahaan akan mengambil energi alternatifnya. Kami sudah membuat mesinnya dan kami harapkan 2013 sudah berjalan. Tapi kami dorong secepatnya. Kalau bisa, akhir tahun ini harus sudah jalan,” ujar Dwi.

Sampah kota tersebut, sambung dia, akan diolah menjadi refuse derived fuel (RFD) untuk menggantikan bahan bakar batubara yang selama ini dipakai perusahaan. Selama ini, perseroan jugha sudah menggunakan bahan bakar alternatif, seperti dari sekam padi, kulit mete, limbah tembakau, dan oil sludge. Porsi penggunaan energi alternatif tersebut sudah mencapai 5%-8% dari total kebutuhan energi perseroan yang menyedot 2 juta ton batubara per tahun. ”Ke depan kami berharap bisa mencapai minimal 10%, sehingga perusahaan bisa berhemat bahan bakar,” jelasnya.

Baca:  Empat Pemain Persegres Tidak Bisa Diturunkan Lawan Persipura

data: Surabayapagi.com

Gambar: Strategi Politik & Marketing

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *