Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Serangan Hama Tikus Di Gresik Mengkhawatirkan
Master tukang, tutorial pertukangan

Serangan Hama Tikus Di Gresik Mengkhawatirkan

hama tikus gresik
Berita Gresik – Gresik
Wringinanom – Data Dinas Pertanian Kabupaten Gresik ada sekitar 555 hektare lahan sawah milik petani di seluruh Kabupaten Gresik pada musim ini  diserang hama  tikus.  Sementara yang sudah pasti dinyatakan gagal panen ada sebanyak 48 hektare dan sekitar 195 hektare dalam kondisi memprihatinkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Agus Waluyo mengatakan, hama tikus yang saat ini mulai menyerang lahan sawah petani ada dua kategori. Dia sebutkan,   kategori ringan dan kategori sedang. Menurut dia, hama semacam itu masih bisa diatasi jika dilakukan secepatnya.

“Yakni intensitas  serangan   tikus itu kurang dari 25 persen , namun begitu serangan tersebut tidak bisa dianggap remeh. Sebab,  jika tidak segera diatasi dipastikan petani akan menderita kerugian yang sangat besar, tidak  hanya ratusan ton, tapi ribuan ton akan hilang,” kata Agus,  Kamis (19/7)

Dia menjelaskan, untuk menindak lanjuti mengatasi serangan hama tikus yang meresahkan petani, Pemerintah Daerah (Pemda) telah mengagendakan untuk melakukan pemberantasan tikus secara serentak di seluruh kecamatan di Gresik.

Baca:  Ekspansi ke Gresik, Pengembang Lakukan Diferensiasi Pasar

“Bupati telah mencanangkan gerakan masal pengendalian hama tikus se-kabupaten yang akan digelar di  Kecamatan Wringinanom. Rencananya pagi dan sekarang sudah persiapan sekaligus sidak sembako jelang Ramadan,,” katanya

Sementara bagi para petani yang sawahnya telah dinyatakan gagal panen atau puso, Agus telah mendata kerugian para petani, dan akan segera dilaporkan ke Dinas Pertanian Provinsi Jatim. Itu agar  mendapatkan bantuan.

“Setelah dari Dinas Pertanian Provisi  Jatim, data itu akan dikirim ke Pemerintah Pusat. Sehinnga petani dapat secepatnya mendapat bantuan dari pemerintah.” tambahnya.
Dia menjelaskan bahwa serangan paling parah terdapat di Kecamatan Cerme, Benjeng, Balungpanggang serta Driyorejo.  Untuk itu, sebagai antisipasi ia telah menginstruksikan kepada petani untuk melakukan pencegahan dengan cara penyemprotan pembasmi hama maupun dengan cara tradisional.

“Kami berupaya mencegah penyebaran hama dengan memberikan obat pencegah kepada sejumlah petani, selain itu juga dikendalikan dengan kegiatan ‘gropyokan’ massal atau mengusir tikus bersama-sama dengan cara pengomposan,” jelasnya.

Baca:  Petrokimia Kembangkan Kapasitas Pelabuhan Internal

Sementara itu, salah satu petani di Dusun Wadung, Sumarlik mengatakan, serangan hama tikus yang ada di wilayahnya sudah terjadi sekitar enam bulan terakhir. Akibatnya, dari setengah hektare lahan miliknya hanya menghasilnya panen sebesar tiga kuintal, sedangkan biasanya mencapai 2,8 ton.  “Yang jelas ini petani merugi puluhan juta,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan hama tikus yang menyerang ratusan lahan pertanian di Wringinanom, Gresik  sudah cukup mengkhawatirkan. Karena itu, dia menyatakan perang dengan tikus.
Ia pun minta kepada para petani untuk kompak membasmi tikus sawah yang merajalela itu.  Makanya, petani ramai-ramai melakukan pembasmian terhadap hama yang bisa menggagalkan panen padi ini.
Dia pun memberi petunjuk pada para petani dalam membasmi hama tikus itu. “Petani harus tahu, kapan pengerebekan tikus dilakukan. Jangan-jangan tikusnya sudah kenyang baru digerebek. Cari waktu yang tepat dan titik-titik  yang jelas  di mana tikus-tikus  itu bersembunyi, “ ujar sarjana pertanian lulusan UPN Surabaya tersebut, Kamis (19/7).
Menurut dia, sangat penting petani   diberi petunjuk membasmi tikus. Alasannya, jika perang pada hama tikus itu gagal, maka target produksi padi akan gagal. Bahkan, hama tikus kali ini dinilai sudah mempengaruhi target panen tahun 2012 yang rencananya mencapai 120 ribu ton. Namun target itu tidak akan bisa terpenuhi akibat serangan hama tikus.

Baca:  Razia Kos, Polisi Gresik Amankan 5 Pasangan Mesum

“Meski demikian, kita harus tetap semangat dan bersama-sama memberantas hama tikus,” katanya dalam pencanangan gerakan pembasmian hama secara massal yang dilakukan di Desa Kedunganyar Kecamatan Wringinanom.

Dalam gerakan massal itu, Sambari memberikan semangat dengan membuat perlombaan menangkap tikus bagi warga dengan hadiah sebesar Rp1juta untuk satu ekor tangkapan pertama.

“Kita harus semangat, meski target panen kita tidak terpenuhi tahun ini, dan saya telah menyediakan uang satu juta bagi warga yang hari ini berhasil menangkap tikus pertama kali,” ucapnya.  md6/sbypost/foto masduki

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *