Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Serikat Buruh di Gresik Aksi Menuntut Keadilan
Master tukang, tutorial pertukangan

Serikat Buruh di Gresik Aksi Menuntut Keadilan

Serikat buruh di Gresik dan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (Kahutindo) Kabupaten Gresik dan Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Gresik, serentak melakukan aksi turun jalan, Kamis (27/9/2012).

Ratusan serikat buruh di Gresik tersebut melakukan demo di tempat yang berbeda-beda, seperti SPSI Kahutindo berunjuk rasa di PT Jamsostek Cabang Gresik dan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Robongan buruh lain melakukan aksi demo di Kantor Pemkab Gresik dan Kantor Disnakertrans, guna menuntut kembali bekerja dan dikembalikan upah yang belum dibSerbu Kantor Jamsostek dan Disnakertransayarkan.

“Kami mendesak Jamsostek Gresik agar memproses perusahaan yang nunggak membayar jaminan kesehatan para pekerjanya,” tegas Subari Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPSI Kahutindo Gresik usai mediasi dengan Kepala Cabang PT Jamsostek Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Gresik, Kamis (27/9/2012).

Baca:  Buruh Gresik Demo ke DPRD Tolak RPP Pengupahan

demo buruh gresikBeberapa tuntutan dari SPBI Gresik yaitu Kekurangan upah tahun 2010 dan 2011; Kekurangan upah saat buruh diliburkan; Upah lembur untuk kelebihan hari kerja pada setiap bulan; Uang tunjangan pergantian jam kerja. “Kami meminta pemeriksaan pelanggaran hak normatif ketenagakerjaan di PT Panalux Multi Top dan diberikan semua hak normatif buruh,” tegas Agus.

Menurut Agus, selaku pengawas ketenagakerjaan, pemerintah dalam hal ini pihak dinas tenaga kerja (disnaker) tidak menjamin adanya pelaksanaan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Beberapa ketimpangan yang disuarakan massa buruh kemarin, antara lain, nasib puluhan buruh di PT Panalux yang sejak November 2010 hingga kini belum juga bisa menikmati hak-hak normatifnya. Nasib mereka semakin terkatung-katung setelah perusahaan perakitan alat-alat elektronik ini mengalami musibah kebakaran beberapa hari lalu.

“Sudah berkali-kali perundingan dilakukan dengan manajemen perusahaan, bahkan dengan melibatkan pengawas disnaker namun hasilnya tetap nol besar. Jadi tidak ada yang bisa menjamin terlaksananya undang-undang ketenagakerjaan, yang katanya berpihak pada tenaga kerja kita,” ungkap Agus geram.

Baca:  Ribuan Buruh Dari Gresik Menuju Grahadi Tuntut Kenaikan Upah

Selain di PT Panalux, kondisi nyaris sama juga dialami anggota KASBI di PT Aston Adhi Jaya. Di perusahaan ini buruh dipaksa menerima kebijakan manajemen untuk dirumahkan guna menghindari PHK. (lensaindonesia.com/surabayapagi.com/gambar:beritajatim.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *