Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Terminal Bunder Gresik Lumpuh Akibat Awak Bus AKDP Demo
Master tukang, tutorial pertukangan

Terminal Bunder Gresik Lumpuh Akibat Awak Bus AKDP Demo

terminal bunderTerminal Bunder Gresik Lumpuh Akibat Awak Bus AKDP Demo. Persoalan terminal Osowilangun yang tak kunjung usai membuat para sopir bus Antar Kota Dalam Propinsi merasa di rugikan. Hari ini semua sopir bus melakukan demontrasi besar-besaran. Demonstrasi sejumlah sopir bis antar kota dalam provinsi (AKDP) terkait Terminal Tambak Aso Wilangun (TOW) mengakibatkan penumpang di Terminal Bunder, Gresik keleleran, Senin (4/3/2013).

Para penumpang yang keleleran ini kebanyakan penumpang dengan tujuan Semarang, Tuban dan Bojonegoro. Mereka terlihat duduk di bangku penumpang dan kantin terminal bunder menunggu kedatangan bis. “Saya sudah satu jam menunggu di sini, tapi belum ada bis yang tiba,” kata Aprilianto (35), salah satu penumpang terminal bunder tujuan Bojonegoro, Senin.

Akibat kondisi ini, sebagian penumpang terminal bunder memilih membatalkan perjalanan dan kembali pulang ke rumah. Sebagian lagi, memilih menggunakan angkutan umum (MPU) lain untuk tetap menuju lokasi tujuan. “Saya mau nunggu 30 menit lagi, kalau memang tak ada yang tiba mungkin saya naik kendaraan umum lainnya,” terang Aprilianto.

Baca:  Petrokimia Gresik Gandeng Pertagas Kembangkan Pabrik Amurea
Sebagaimana diketahui,Kisruh terminal Osowilangun telah berlangsung lama, bahkan Kisruh Terminal Osowilangun Membuat DPRD Surabaya Gerah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dideadline sampai 28 Februari 2013 untuk bertindak tegas menertibkan Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) masuk TOW (Terminal Osowilangun). Desakan itu disampaikan Komisi C DPRD Kota Surabaya ketika menyikapi belum kunjung adanya penertiban dari Dishub.Komisi yang membidangi pembangunan ini menganggap Dishub Surabaya tidak mampu menjalankan tugas. Akibatnya bus AKAP pantura yang harusnya masuk Terminal Osowilangun malah berhenti dan mangkal di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sachiroel Alim bahkan mengancam akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas pergantian Kadishub karena dianggap tidak mampu. “Masalah ini harus segera diselesaikan karena menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan. Kalau nggak mampu terus terang kita usulkan untuk mengganti pejabat Dishub,” ujar Sachiroel Alim.

Baca:  Swabina Gatra Dipanggil DPRD Gresik Menggaji Karyawan Dibawah UMK

Sementara itu sekretaris Paguyupan Pekerja Terminal Osowilangun Supari mendukung langkah Dishub agar mentertibkan bus AKAP Pantura masuk Terminal Osowilangun. Pihaknya juga berjanji memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang untuk kemajuan Terminal Osowilangun. “Saya harap keputusan ini bisa menjadi dasar agar Dushub mau menjalankan komitmen sesuai perintah Dirjen Perhubungan,” pungkasnya. (surya/radarsby/ editor:adit)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *