Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Warga Tuntut Revisi Nama Bendung Gerak Sembayat
Master tukang, tutorial pertukangan

Warga Tuntut Revisi Nama Bendung Gerak Sembayat

bendung gerak sembayatProtes pelaksanaan Proyek Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Kecamatan Bungah tidak hanya menyangkut ganti rugi makam, namun persoalan nama. Warga Desa Sidomukti Kecamatan Bungah menghendaki nama BGS direvisi menjadi Bendung Gerak Sidomukti. Warga Sidomukti beralasan proyek senilai Rp 2,4 triliun tersebut dibangun di lahan warga Desa Sidomukti. “Jadi sangat aneh kalau proyek tersebut berada di lokasi Sidomukti, sementara nama proyeknya kok Sembayat,” kata Djumali, Tokoh Masyarakat Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah.

Dikatakan, sejak awal pihaknya sudah menyampaikan perubahan nama Bendung Gerak Sembayat dari kata Sembayat menjadi Sidomukti. Usulan tersebut disampaikan melalui forum warga desa Sidomukti, beberapa waktu lalu. Setelah tercapai kesepakatan, warga menuangkan dalam kesepakatan bersama terkait perubahan nama Bendung Gerak Sembayat.

“Keputusan itu kami serahkan ke Bupati Gresik saat melakukan pertemuan di Kantor Bupati, pekan lalu. Namun mengapa sampai saat ini kok masih muncul penyebutan Bendung Gerak Sembayat,” tanya Djumali. Djumali juga meminta kepada media massa untuk tidak menggunakan kata Sembayat setiap memberitakan tentang proyek Bendung Gerak Sembayat.

Baca:  Pembebasan Lahan BGS Gresik Capai 85 Persen

“Kami protes kalau ada pemberitaan yang masih menyebutkan nama Sembayat. Kami tidak setuju istilah itu. Kami minta agar nama Bendung Gerak Sembayat menggunakan kata Sidomukti,” timpal dia. Terkait hal ini, Kabag Pemerintahan Pemkab Gresik M Jusuf Anshori berjanji akan menyampaikan dalam pembahasan proyek bersama Bupati. Namun, menurut Yusuf, nama proyek BGS bukan Pemkab Gresik yang memberi nama. “Ini proyek nasional, sehingga Kementerian PU yang memberikan istilah.

Kami hanya pelaksana dalam kegiatan pembebasan lahan. Sementara proyek induk dikerjakan oleh Kementerian,” ujar Yusuf. Dijelaskan, kendati ada sejumlah kendala, namun dia optimis pekerjaan proyek Bendung Gerak Sembayat tetap berlangsung lancar. “Telah semingguan ini alat-alat berat untuk  membebaskan lahan telah mulai bekerja,” katanya. Ditambahkan Jusuf bahwa pihak Pemkab Gresik telah membebaskan tanah sebanyak 63 persen dari 54,88 hektar tanah. (*/ris)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. sbenarnya dana dari APBD kota GRESIK itu berapa u/pembebesan tanah warga?kok sampai skrg masih ada yg belum terbayar,yg saya kwtirkan ada instansi yg mengambil keuntungan dg cara membodohi warga.kl bisa PEMERINTAH tu TRANSPARAN kpd wrga yg bersangkutan agar supaya proyek bendungan didesa stempat khususnya desa sidomukti bungah cepat terselesaikan dan mnjadi berkah bgi smua msyarakat,amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *