Home » Gresik » Hukum Gresik » Demo di Gresik Kecam Mafia Peradilan Kasus Pupuk Oplosan
Master tukang, tutorial pertukangan

Demo di Gresik Kecam Mafia Peradilan Kasus Pupuk Oplosan

Demo di Gresik Kecam Mafia Peradilan Kasus Pupuk Oplosan. Vonis ringan terhadap Yongki, bos pupuk oplosan PT Enka Lancar Jaya oleh Pengadilan Negeri (PN) Gresik berbuntut. Puluhan aktivis LSM Forum Kota terlibat bentrok di depan lembaga peradilan di Jl Panglima Sudirman.

Aksi demo berlangsung ricuh karena keinginan pengunjukrasa untuk bertemu Ketua PN Gresik, Sudarwin tidak tercapai. Unjukrasa yang dimulai pukul 10.00 itu awalnya berlangsung tertib. Ketika koordinator aksi LSM Forkot, Hasanudin Farid mendesak untuk bertemu dengan Ketua PN Gresik, tidak diizinkan polisi mulai terjadi ketegangan.

demo forkot gresik
foto:gresiksatu.com

Massa yang berkumpul di depan kantor PN Gresik merengsek meminta untuk masih halaman. Saat itulah terjadi aksi saling dorong dengan polisi yang menjaga tempat itu. Aksi ini menyebabkan pagar PN Gresik roboh.

Baca:  Penataan Kali Lamong di Gresik Perlu Dana Rp. 450 Miliar

Kericuhan makin memanas setelah salahseorang pengunjukrasa Anja, kepalanya berdarah akibat pukulan polisi. Melihat rekannya dilukai pengunjukrasa lainnya menjadi marah. Beruntung, ketegangan itu berhasil diredam, setelah salah seorang perwakilan PN Gresik Agusdiono menemui demonstran.

Hasanudin Farid meminta, PN Gresik bertindak tegas dalam perkara itu. “Masak ada orang yang terbukti bersalah menyengsarakan para petani malah tidak dihukum,” tukasnya. “Kalau tidak dihukum, dan terus menyengsarakan para petani, maka kami siap mengerahkan massa yang lebih besar,”sambungnya.

Dikatakan, vonis terhadap Yongki Ries Prima Yudha (34) atas pidana penyalahgunaan pupuk bersubsidi sangat ringan. Vonis 1 tahun penjara dengan 1 tahun masa percobaan, dianggap melukai rasa keadilan masyarakat. Apalagi terdakwa tidak ditahan sama sekali.

Humas PN Gresik Edi Toto Purba membantah jika PN Gresik dituding bermain-main dalam perkara itu. Terkait hukuman ringan yang dijatuhkan, Edi menganggap hal itu sudah sesuai dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rimin. “Lagipula yang baru dioplos itu cuma sedikit, 10 karung, dan dia belum sempat menikmatinya,”kelit Edi Toto. (jan/ris/Koran Radar Gresik)

Baca:  Pimpro Kapal DKPP Gresik Tersangka Korupsi

Kata Pencarian:

farid forkot (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *