Home » Gresik » Hukum Gresik » Dukun Aborsi Gresik Dihukum 1,5 Tahun Penjara
Master tukang, tutorial pertukangan

Dukun Aborsi Gresik Dihukum 1,5 Tahun Penjara

aborsi gresikKasus dukun aborsi Gresik yang membuka praktik aborsi di rumahnya, Jalan Akim Kayat VIIB Gresik akhirnya mencapai titik klimaks. Kasus dukun aborsi Gresik sempat membuat heboh masyarakat Gresik karena melibatkan nenek berusia 70 tahun dan pasangan saksi yang melakukan aborsi. Dua ornag saksi pelaku aborsi merupakan pelajar kota Gresik. Kemarin (7/8), wanita gaek itu bersama anak perempuannya bernama Titik Puji Lestari (35) diganjar hukuman masing-masing 1,5 dan 1 tahun penjara oleh majelis hakim PN Gresik.

Majelis hakim yang terdiri M. Fatkan (ketua), Dameria Prisella Simanjuntak dan Edi Toto Purba dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wido Utomo dan Erwin Praja yang mendakwa kedua terdakwa sesuai Pasal 348 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hanya saja dalam putusan majelis hakim lebih ringan 6 bulan bila dibandingkan dengan permintaan tuntutan JPU. Yakni masing-masing dengan pidana 2 tahun untuk terdakwa Wati, dan 1,5 tahun untuk Titik Puji Lestari. Menanggapi putusan tersebut, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya, Suyanto menyatakan masih pikir-pikir terlebih dahulu.

Baca:  Inilah Modus Bandar Narkoba yang Melibatkan Gadis GKB Gresik

Sebagaimana sudah diberitakan, pada 28 Maret lalu kedua terdakwa diringkus jajaran Satreskrim Polres Gresik usai menggugurkan kandungan (aborsi) seorang siswi sebuah SMA swasta ternama di Gresik. Dalam pengakuan di persidangan, dukun Wati mengungkapkan bahwa usia kandungan AN, inisial nama pasien aborsi, saat itu sudah sekitar 6 bulan.

Dalam perkara ini, polisi juga menetapkan AN dan kekasihnya berinisial FI sebagai tersangka. Namun hingga kini berkas perkara kedua pelajar ini belum dilimpahkan ke PN Gresik. Kedua tersangka tidak ditahan sejak proses penyidikan.

Praktek aborsi masih terus saja marak diberbagai kota, yang membuat prihatin adalah para pelaku aborsi rata-rata berstatus pelajar dan berusia dibawah 20 tahun. Aparat dan berbagai elemen berusaha meminimalkan upaya praktek aborsi ini, namun banyaknya praktek hubungan seksual pra nikah membuat praktek aborsi terus membuka praktek.

Sebagaimana diketahui, hasil riset dari BKKBN surabaya dan Jawa Timur menyebut angka yang sangat fantastis, hampir 67% remaja telah melakukan hubungan seksual. Upaya penyadaran dan kurikulum reproduksi harus mulai menjadi pertimbangan dalam dunia pendidikan agar praktek seks bebas dan aborsi bisa diminimalisir. Kasus aborsi Gresik merupakan puncak gunung es dari berbagai persoalan penyimpangan praktisi kesehatan.(sbypg/gresik.co/gambar:gresiksatu.blogspot.com)

Baca:  Pungli Perijinan Pabrik di Gresik, Kejari Periksa Saksi

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *