Home » Gresik » Hukum Gresik » Kasus Kekerasan Wartawan Gresik Tidak Akan Dipetieskan
Master tukang, tutorial pertukangan

Kasus Kekerasan Wartawan Gresik Tidak Akan Dipetieskan

BERITA GRESIK – Peristiwa Kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh karyawan indospring masih terus didalami oleh kejaksaan Negeri Gresik. Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Gresik Bambang Utoyo menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap jurnalis Gresik dengan tersangka Manajer HRD PT Indospring Tbk Paulina Pradini dpastikan telah memenuhi unsur-unsur pidana delik pers.

Hal itu disampaikan Bambang Utoyo pada acara audiensi dengan puluhan jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Gresik (KWG) di Aula Kejari Jalan Raya Permata Bunder Asri Gresik, kemarin (4/7). Pada kesempatan ini kajari didampingi Kasi Pidum Masnur, Kasi Intelijen Wahyu Tri Antono dan JPU Rimin.

Ditambahkan kajari, meski pihaknya belum menetapkan lengkapnya berkas perkara dari penyidik (P-21), namun dia menjamin kasus ini akan berproses hingga ke meja hijau. “Teman-teman wartawan tidak perlu meragukan keseriusan kami dalam menangani kasus ini. Karena terkait P-21 hanya tinggal menunggu waktu saja,” katanya memberi jaminan.

Baca:  Polres Gresik Terus Berinovasi Demi Kamtibmas

Penegasan Kajari Bambang Utoyo tersebut sekaligus untuk membantah isu-isu yang menyebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap jurnalis di Gresik pada peristiwa kebakaran di pabrik PT Indospring 25 Mei lalu, itu akan dipetieskan alias dihentikan.

Pasalnya, menurut isu yang berkembang, penghentian kasus ini dilakukan karena antara pelapor dan pihak tersangka sudah berdamai. Sehingga kasus tersebut layak untuk tidak dilanjutkan ke pengadilan. “Upaya perdamaian yang sudah dilakukan oleh pihak pelapor dengan pihak Indospring ini tidak akan menghalangi proses hukum,” tegas Kajari Gresik untuk meyakinkan para jurnalis.

Seperti sudah diberitakan, setelah kasus kekerasan terhadap jurnalis itu ditindaklanjuti pihak kepolisian muncul kemudian upaya perdamaian yang digagas pihak Indospring dengan manajemen JTV yang membawahi saksi korban Muhammad Amin, reporter JTV di Gresik. Konon upaya damai yang bahkan disaksikan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo itu dimaksudkan untuk menghentikan upaya penyidikan aparat kepolisian. Namun untungnya, aparat Satreskrim Polres Gresik bersikukuh memproses kasus tersebut, dengan alasan bahwa kasus kejahatan pers ini bukanlah delik aduan.

Kasus kekerasan terhadap wartawan memang seringkali terjadi, dengan di usut tuntas kasus kekerasan wartawan diharapkan jurnalis bisa leluasa dalam bekerja. Ini untuk memenuhi harapan publik untuk memperoleh informasi yang jujur dan dapat dipercaya.

Baca:  Polres Gresik Dipaksa Bebaskan Tahanan, Wibawa Hukum Terpuruk

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *