Home » Gresik » Hukum Gresik » Kejaksaan Negeri Gresik Takut Tuntaskan Korupsi Kapal SQ

Kejaksaan Negeri Gresik Takut Tuntaskan Korupsi Kapal SQ

kejari gresik 300x150 Kejaksaan Negeri Gresik Takut Tuntaskan Korupsi Kapal SQKejaksaan Negeri Gresik Takut Usut Korupsi Kapal SQ. Kasus korupsi yang berjalan lamban di kabupaten Gresik membuat masyarakat gerah. Sebab berbagai kasus korupsi di Gresik seringkali ditangani dengan lamban bahkan terkesan dipetieskan oleh Kejaksaan Negeri Gresik.

Kenyataan tersebut membuat Forkot Gresik kembali menyorot kasus korupsi Kapal SQ. Pasalnya, sampai saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik belum ada tanda-tanda menuntaskan kasus bantuan dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Gresik.

Koordinator LSM Forkot Gresik Musa mengatakan, pihaknya mendesak kepada Kejari Gresik menuntaskan perkara dugaan korupsi pengadaan bantuan kapal SQ Bahari. Selanjutnya menyeret para pengambil kebijakan proyek ke meja hijau.

“Perkara dugaan korupsi kapal SQ Bahari sudah diungkap sejak 2011. Tapi, anehnya sampai saat ini tidak ada kejelasan. Kami menduga ada unsur kesengajaan untuk didiamkan alias petieskan,” ujarnya, Jumat (18/1).

Diakui Musa, desakan itu tidak main-main. Sebagai bentuk keseriusannya, pihaknya mengirim surat desakan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta untuk menuntaskan korupsi kapal SQ.

“Kalau sampai 2 bulan ke depan belum ada proggres, kami akan melakukan aksi menuntut penuntasan perkara pengadaan kapal SQ Bahari,” terangnya.

Seperti diberitakan, pengadaan bantuan kapal nelayan SQ Bahari dilakukan DKPP Gresik akhir 2011 Nilainya sekitar Rp 2,1 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 1,9 miliar bantuan dari APBN dan sisanya merupakan dana penyertaan APBD Gresik 2011. Pengadaan dimenangkan PT MMU.

Awalnya hanya dua kapal. Namun, karena kepentingan kelompok tertentu, akhirnya bantuan kapal nelayan itu dipecah menjadi tiga unit. Satu kapal yaitu kapal SQ Bahari 3 untuk nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng; duanya untuk nelayan Desa Sukalela, Kecamatan Tambak dan Desa Sungi Teluk, Kecamatan Sangkapura Bawean.

Sementara itu, Kajari Gresik Bambang Utoyo mengatakan, Salah satu alasan yang membuatnya agak sulit menyelesaikan kasus itu adalah hasil audit tim ahli yang berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hingga saat ini hasil penghitungan dari tim BPKP mengenai nilai kerugian yang diderita negara masih belum keluar. “Padahal itu sudah saya masukkan sejak lebih dari 7 bulan yang lalu,”jelasnya.

Bahkan, Bambang melanjutkan, pihaknya sudah menanyakan kembali kepada BPKP terkait hal itu seminggu yang lalu. “Tapi sampai sekarang juga masih belum ada jawaban sama sekali,” terangnya. Sehingga, apabila BPKP masih belum mengeluarkan hasil auditnya, kejaksaan juga tidak dapat
melakukan langkah apapun.

Sebelumnya, Kejari Gresik sudah mengungkapkan 3 orang nama tersangka dari kasus tersebut, Juni 2012 lalu. Ketiga nama itu adalah Soeminto yang merupakan pimpro proyek itu, serta Heri dan Ismail dari PT Maruli yang merupakan rekanan proyek itu. (sbypagi/radargresik)

Kata Pencarian:

kejaksaan negeri gresik (3),isu kasus hukum di kabupaten gresik (2)
logo pintu Kejaksaan Negeri Gresik Takut Tuntaskan Korupsi Kapal SQ

Suarakan Pendapatmu

comments

About Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top