Home » Gresik » Hukum Gresik » Operasi Berantas Narkoba, Polres Gresik Bongkar 22 Kasus
Master tukang, tutorial pertukangan

Operasi Berantas Narkoba, Polres Gresik Bongkar 22 Kasus

Operasi Berantas Narkoba, Polres Gresik Bongkar 22 Kasus. Perang terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Gresik, terus digelorakan oleh jajaran Polres Gresik. Terbaru, jajaran Polres Gresik berhasil mengungkap 22 kasus narkoba dengan 23 tersangka, melalui operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar).

Dari total jumlah tersangka yang terjaring dalam operasi Bersinar, yang digelar sejak 20 Maret hingga 19 April 2016 tersebut, tiga di antaranya merupakan perempuan. Baik mereka yang masih remaja hingga ibu-ibu rumah tangga.

“Ini adalah buah kerjasama yang dilakukan Polres Gresik dengan Polsek-Polsek yang ada di jajaran, untuk menindak dan meminimalisir peredaran narkoba di Gresik, yang saat ini sudah mulai memprihatinkan,” tutur Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo, Jumat (22/4/2016).

Baca:  Kejati Pailitkan Perusahaan Pengemplang Pajak Gresik

“Dari 22 kasus ini, sebanyak 18 kasus adalah penggunaan narkoba jenis sabu-sabu, dan 4 kasus sisanya merupakan pil koplo,” sambungnya.

Selain mengamankan 23 tersangka, operasi Bersinar yang digelar Polres Gresik juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 26 gram sabu-sabu dan 4.000 butir pil koplo. Termasuk, barang bukti berupa bong, pipet, timbangan elektronik, uang tunai, sampai telepon seluler (ponsel) yang digunakan para tersangka dalam aksinya.

“Para tersangka tidak hanya dari Gresik, tapi juga berasal dari beberapa kota lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Solo, Madura, dan juga Medan,” beber Ady.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka yang tertangkap sebagai pengguna narkoba sebanyak 14 orang, dikenakan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman minimal 4 tahun penjara atau denda paling sedikit senilai Rp 800 ribu.

Baca:  Nurlaili, Koruptor P2SEM Gresik Masih Bebas Berkeliaran

Sementara untuk para tersangka yang merupakan pengedar sebanyak sembilan orang, petugas kepolisian menerapkan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp 1 miliar.

“Meski operasi ‘Bersinar’ secara resmi sudah berakhir, namun kami tetap akan melanjutkan dengan program-program yang lain untuk menekan peredaran narkoba, khususnya yang ada di wilayah Gresik,” tegasnya.

Source: kompas

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *