Home » Gresik » Hukum Gresik » Pengurukan Limbah B3 Gresik Dihentikan
Master tukang, tutorial pertukangan

Pengurukan Limbah B3 Gresik Dihentikan

MANYAR GRESIK -Ulah perusahaan nakal di gresik yang menggunakan limbah B3 hasil pengolahan besi untuk pengurukan lahan sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Akan tetapi perilaku tersebut tetap dilakukan demi keuntungan sesaat. Akibatnya PT. Master Steel yang di sinyalir sebagai pelaku sudah mendapat teguran dari BLH Gresik.

Salah satu harian di Gresik menuliskan bahwa kegiatan pengurukan ribuan meter kubik limbah slug (sisa pembakaran dari besi) di Kawasan Industri Maspion, Jl Raya Manyar  Kecamatan Manyar akhirnya berhenti total. Itu dilakukan setelah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik secara resmi memberikan teguran kepada pengelola KIM dan PT Master Steel, selaku industri yang menguruk lahan.

Berdasarkan pantauan Radar Gresik Rabu (25/7), di lokasi pabrik sudah tidaki dijumpai dump truck pengangkut slug. Begitupula dengan tumpukan slug setinggi 1,5 meter sudah tidak ada di tempat semula. Yang tersisa hanya hamparan slug yang belum dibersihkan oleh pemiliknya.

Baca:  Polres Gresik Akan Menggelar Operasi Patuh 2012

Menurut Nuryono karyawan bagian kebersihan PT KIM, mulai Rabu pagi memang tidak ada lagi kegiatan pengurukan. “Mulai pagi ya sepi seperti ini tidak ada aktifitas sama sekali,” katanya. Kepala BLH Gresik, Tugas Husni Syawanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya memberikan
teguran kepada pengelola KIM dan PT Master Steel.

Teguran itu diantaranya meminta penanggungjawab untuk menghentikan pengurukan serta melakukan pembersihan sisa slug dari kawasan lahan
pabrik. “Dari laporan anggota kami yang melakukan pemeriksaan di lokasi memang sudah tidak ada kegiatan. Pengelola sudah menghentikan kegiatan pengurukan itu,” ujar Tugas Husni Syawanto.

Ditambahkan, teguran tersebut juga berisi perintah untuk membersihkan sisa-sisa slug di kawasan. “Jika hal ini tidak diperhatikan, maka akan ada sanksi administrabersikukuh tif dan pidana lingkungan hidup yang akan dikenakan,” ujar Tugas.

“Tampaknya surat teguran tersebut diperhatikanbuktinyasudahtidakada lagi kegiatan pengurukan yang menggunakan limbah B3,” ucapnya.
Dijelaskan, menurut PP 18/ 1999 sebagaimana diubah PP 85/1999 tentang pengelolaan limbah B3, slug merupakan sisa kegiatan yang mengandung bahan berbahaya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca:  PT. Master Steel Gresik Menggunakan Limbah B3 Untuk Urukan

General Manager PT KIM, Budi Lembono dalam konfirmasinya menjelaskan, pihaknya akan mengundang manajemen PT Master Steel untuk membicarakan langkah selanjutnya. “Rencananya Kamis kami akan melakukan pertemuan,” kata Budi Lembono. (san/ris)Radar Gresik

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *