Home » Gresik » Hukum Gresik » Pimpro Kapal DKPP Gresik Tersangka Korupsi
Master tukang, tutorial pertukangan

Pimpro Kapal DKPP Gresik Tersangka Korupsi

KEBOMAS -Seringnya kasus korupsi yang tidak di tangani dengan serius di kota gresik, memberikan harapan baru setelah Kejaksaan Negeri Gresik menetapkan tersangka kasus pengadaan kapa DKPP. Kasus korupsi kapal ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan hampir membuat pupus harapan para pegiat anti korupsi.

Setelah lebih dari setahun melakukan penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menyebut ada tiga tersangka proyek pengadaan
kapal milik Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Gresik. Ketiga nama tersebut diantaranya adalah Soeminto, Heri Priyanto,
dan Ismail Amin.

Kepala Kejari (Kajari) Gresik Bambang Utoyo mengatakan, dari ketiga tersangka tersebut, masing-masing terdiri dari seorang  anggota PNS, dan dua orang pengusaha. “Yakni Soeminto itu yang pimpronya sehari-hari adalah pejabat setingkat eselon III di Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan. Sedangkan Heri dan Ismail itu dari rekanan yang perusahaannya namanya itu PT. Maruli,”

Baca:  Kejaksaan Negeri Gresik Takut Tuntaskan Korupsi Kapal SQ

ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin. Usai menetapkan tersangka, kejaksaan masih menunggu pengumuman hasil audit dari BPKP. “Karena antara perhitungan Kejari dengan BPKP mengenai kerugian negara yang ditimbulkan akibat suatu kasus, itu seringkali   berbeda,”ucapnya. Oleh karena itulah, dirinya merasa perlu melakukan sikap hati-hati, supaya di kemudian harinya tidak menimbulkan permasalahan kembali.

“Kemungkinannya akhir bulan Juli ini hasilnya akan keluar,”jelasnya. Soal nama mantan Plt Kepala DKPP Bambang Isdianto yang turun  menandatangani pencairan uang proyek, Kajari menjawab belum mengarah kesana. Alasannya, dalam pemeriksaan penyidik menemukan jika
Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini belum tentu dirinya ikut terlibat dalam kasus tersebut. “Karena belum tentu pak Bambang itu mengetahuinya,”
paparnya. “Kalaupun mengetahui, sepertinya pak Bambang itu mengetahuinya jadi saja, mengenai prosesnya saya kira beliau tidak tahu,”  sambungnya.

Baca:  Transaksi Narkoba Gadis Pengedar di Gresik Mencapai 5 Miliar

Menanggapi hal itu, aktivis Forum Kota (Forkot) Gresik Hasanudin Farid mengatakan, jika hasil pengumuman Kejari mengenai tersangka kasus
tersebut masih terkesan raguragu. Sebab, menurutnya seharusnya yang menjadi tersangka tidak hanya ketiga orang tersebut. Farid menegaskan,
seharusnya nama Bambang Isdianto juga muncul.

Penetapan tersangka yang tidak mampu menyentuh level pimpinan juga di pertanyakan banyak kalangan karena dikhawatirkan para tersangka hanya dijadikan tumbal. Adalah mustahil dalam sebuah birokrasi jika pimpinannya tidak mengetahui perbuatan anak buahnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *