Home » Gresik » Hukum Gresik » Teroris di Gresik Residivis Bom Semarang
Master tukang, tutorial pertukangan

Teroris di Gresik Residivis Bom Semarang

Teroris di Gresik Residivis Bom Semarang. Joko Ardiyanto alias Ardiyanto alias Luluk alias Asmaro terduga teroris yang ditangkap di Perum Kotabaru, Driyorejo, Gresik Jawa Timur adalah residivis kasus terorisme.

Saat ini Luluk ditangkap setelah buron dalam kasus pembuatan bengkel senjata api milik Jamaah Islamiah (JI) di Klaten yang terbongkar pada 2014 silam. Ternyata sebelumnya dia pernah dipidana karena kasus bom Semarang.

“Saya dan Luluk bebas bersayarat pada 1 Januari 2009 setelah di vonis 10 tahun penjara. Saya terakhir berjumpa sekitar 3 tahun lalu dan setelah itu hilang kontak,” kata Machmudi Hariono alias Yusuf seperti dilansir Beritasatu, Selasa (22/12).

Luluk dan Yusuf, serta Siswanto alias Antok dan Suyatno alias Heru Setiawan, ditangkap Densus pada 2003 silam.

Baca:  Polres Gresik Bekuk Perampok Perum ABR Gresik

Mereka saat itu kedapatan menyimpan bahan bom dan amunisi di rumah kontrakan di Semarang yang merupakan titipan Musthofa alias Abu Tholut yang saat itu didakwa dalam kasus Bom Marriot dan belakangan terlibat kasus latihan para militer di Aceh.

“Saya kaget juga Luluk ditangkap lagi dari berita yang saya baca, ” tambah Yusuf.

Seperti diberitakan ada sembilan pelaku teror yang ditangkap pekan lalu termasuk Luluk. Yang pertama adalah jaringan yang ditangkap terkait plot teror pengeboman Syiah.

Mereka adalah Riswandi alias Iwan alias Zaid dan Yudinon Syahputra alias Kholid di Majenang, Zaenal dan Asep Urip di Tasikmalaya, dan Abu Jundi alias Abdul Karim di Sukoharjo.

Baca:  Buronan Perampok Diringkus Tim Buser Polres Gresik

Kelompok ini berniat melakukan pengeboman pada pengikut syiah di Pekalongan, Bandung, dan Pekanbaru. Dana pembuatan bom itu didapat dari seorang TKI di Hongkong berinisial TA sejumlah Rp 8 juta yang merupakan istri dari Zaenal.

Sedangkan kelompok teroris kedua yang dibekuk di Jawa Timur terkait pabrik senjata kelompok JI Klaten yang diungkap Densus pada Mei 2014 lalu. Kebetulan waktu penangkapannya hampir bersamaan dengan kelompok Abu Jundi.

Yang ditangkap di Jatim itu adalah M Khairul Anam alias Muhamad alias Karto alias Bravo alias Amin, lalu Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Tak lama kemudian, Luluk ditangkap di Driyorejo, Gresik.

 

Beritasatu | Farouk Arnaz

Baca:  Siapa Pelanggan PSK Pelajar Online Gresik?

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *