Home » Gresik » Instansi & Dinas » Dishub Gresik Akhirnya Beri Petugas Perlintasan KA Duduk Sampeyan
Master tukang, tutorial pertukangan

Dishub Gresik Akhirnya Beri Petugas Perlintasan KA Duduk Sampeyan

Dishub Gresik Akhirnya Beri Petugas Perlintasan KA Duduk Sampeyan. Tuntutan Warga Desa Sumari, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik, Jawa Timur (Jatim), agar ada palang pintu di pelintasan rel kereta api yang ada di desanya, sampai saat ini belum bisa dipenuhi oleh pihak terkait.

Sebagai gantinya, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Gresik, kemudian memberikan petugas yang berjaga di pelintasan rel kereta api, untuk menyeberangkan warga yang hendak melintas.

“Selama belum ada palang pintu, kami tugaskan penjaga yang akan secara bergantian menyeberangkan dan mengawal warga, yang melintas di pelintasan. Ada dua orang petugas, yang akan berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh,” tutur Kepala Bidang Kominfo Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Dishub dan LLAJ Kabupaten Gresik M Sianturi, saat dihubungi Sabtu (16/5/2016).

Baca:  Tiga Nama Calon Sekda Gresik Segera Diserahkan ke Bupati

Dengan adanya petugas yang berjaga di pelintasan kereta api ini, jajaran Dishub dan LLAJ Gresik berharap, korban yang meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di pelintasan yang ada di Desa Sumari, dapat diminimalisir.

“Tidak hanya Desa Sumari, tapi kami juga tempatkan petugas di tiga titik pelintasan kereta api lain yang ada di Kecamatan Duduk Sampeyan, yang memang belum memiliki palang pintu. Seperti di Desa Tambakrejo, Desa Tumapel, serta Desa Setrohadi,” jelasnya.

Dishub Kabupaten Gresik mengupayakan, program ini akan terus dijalankan sampai palang pintu benar-benar terpasang di empat titik pelintasan kereta api tersebut. Di mana untuk setiap pelintasan, bakal dijaga sebanyak dua orang yang bertugas secara bergantian.

“Untuk honor para penjaga, kami anggarkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2016 Pemkab Gresik. Dengan honor setiap penjaga, kami anggarkan sebesar Rp1,2 juta,” beber Sianturi.

Baca:  DKR Gresik Menyoroti Potensi Penggelapan Uang Parkir Oleh Dishub Gresik

Selain itu, jajaran Dishub Gresik tidak bisa mewujudkan keinginan warga di empat titik pelintasan kereta api tersebut, karena kewenangan dan kebijakan pemasangan palang pintu berada langsung di bawah komando Dishub dan LLAJ Jatim, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Mohon maaf kepada warga, karena hanya ini yang mampu kami lakukan. Tapi kami juga mengusulkan kepada Dishub Jatim, selain pemasangan palang pintu di empat titik pelintasan kereta api tersebut juga dipasang AWS (Alarm Warning System),” tutupnya.

 

Source: kompas

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *