Home » Gresik » Jalur Gresik – Surabaya Ditutup Untuk Kendaraan Berat
Master tukang, tutorial pertukangan

Jalur Gresik – Surabaya Ditutup Untuk Kendaraan Berat

jembatan gresik surabaya amblesGresik – Jalan Raya Surabaya–Gresik akhirnya mulai ditutup untuk kendaraan berat, setelah Jembatan Branjangan ambles hingga menyebabkan kemacetan parah.  Penutupan jalan bagi kendaraan berat tersebut dilakukan oleh Balai Besar  Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya karena kondisi amblesnya jembatan cukup parah akibat beban tonase kendaraan yang melintas.

Jadi, sejak kemarin, jalan tersebut hanya diperuntukkan kendaraan bermuatan penumpang, sedangkan kendaraan bermuatan barang atau truk  dilarang melintas dan dialihkan ke jalan tol Surabaya–Gresik.

Pembatasan angkutan barang yang melewati Jembatan Branjangan akan dialihkan ke jalur alternatif dengan rekayasa angkutan barang dari arah  Gresik menuju Surabaya, dapat langsung masuk Tol Romokalisari. Sementara, kendaraan barang dari arah Surabaya menuju Gresik dapat melewati Tol Margomulyo.

Baca:  Kadispendik Gresik Disandera Elemen Serikat Buruh

Kepala Bidang Pelaksanaan II BBPJN V Surabaya, Atyanto Busono mengatakan, sebagai upaya pengalihan arus lalu lintas kendaraan barang yang melintasi Jembatan Branjangan, petugas akan memasang rambu petunjuk atau imbauan yang menginformasikan kerusakan Jembatan Branjangan.

Beberapa lokasi pemasangan rambu-rambu, kata dia, meliputi exit Tol Romokalisari, pertigaan Margomulyo, exit Tol ke arah Margomulyo,   pertigaan Palmbom, Mbah Ratu/ Demak, akses masuk Tol Demak, exit Tol Perak, serta Jalan Margomulyo ke arah utara. “Pengalihan ini hanya untuk angkutan barang (truk), sehingga tidak berpengaruh pada angkutan lebaran atau penumpang,” jelas dia.

Kondisi Jembatan Branjangan saat ini yaitu sejumlah balok jembatan dan bentang mengalami keretakan, juga penurunan hingga sekitar 15 cm. Dua kepala jembatan selimut beton juga terkelupas sehingga terlihat tulangan utamanya. Pada sejumlah titik bahkan ada beberapa tulangan yang sudah putus akibat korosi. Pada bentang tengah juga mengalami pergeseran ke arah lateran selebar 20 cm.

Jembatan ini sendiri dibangun sekitar tahun 1980, di mana, konstruksi jembatan hanya untuk Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 ton saat itu. Tetapi saat ini, rata-rata kendaraan yang melintas di JalanPantura tersebut melebihi MST 10 ton.

Baca:  Gresik Membara, Sehari 2 Pabrik Terbakar

Jembatan ini memiliki panjang 53 meter yang terletak pada ruas Jalan Raya Gresik di KM Sby 9+500 antara Margomulyo dan Terminal Oso   Wilangun. Sebagai upaya penanganan darurat serta angkutan lebaran tetap lancar, kata dia, petugas segera melakukan perbaikan aspal. Penutupan angkutan jalan bagi angkutan barang segera dilakukan sampai dengan pelaksanaan pergantian jembatan baru selesai.

Rencananya, jembatan dibongkar 3 September mendatang atau setelah Lebaran dengan metode pelaksanaan pekerjaan pada lajur per lajur,  sehingga arus lalu lintas ringan tetap melintas. Kegiatan pembangunan jembatan direncanakan baru selesai pada akhir Februari 2013 nanti. Tapi sayang, larangan melintas bagi kendaraan berat ternyata tidak dihiraukan. Buktinya, masih ada kendaraan berat yang nekat melintas. Tapi, aparat
kepolisian mulai bersikap tegas melarang kendaraan berat yang lewat.(jpnn/rdrsby/)

Baca:  Putra Daerah Gresik (PUDAK) Fasilitasi KKN UGM di Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *