Home » Gresik » Kawasan Gresik Selatan Berpotensi Mendongkrak PAD
Master tukang, tutorial pertukangan

Kawasan Gresik Selatan Berpotensi Mendongkrak PAD

Perkembangan Gresik sebagai kota industri senantiasa diikuti dengan perkembangan pemukiman, Gresik selatan sebagai salah satu basis industri padat karya membutuhkan ruang kependudukan terpadu. Ini pula yang memacu pemerintah kabupaten gresik gencar mempercepat terealisasinya pemukiman terpadu di kawasan ini.

Kawasan pemukiman terpadu diharapkan bisa mengurai masalah sosial karena keterbatasan pemukiman dengan laju urbanisasi yang ada di gresik. kesejahteraan karyawan industri yang meningkat dan kebutuhan pemukiman yang semakin meningkat ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan kabupaten gresik dari sektor pajak tanah dan bangunan.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto optimistis perolehan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) di wilayah Gresik selatan meningkat. Ini terjadi setelah ditetapkan wilayah tersebut sebagai wilayah pemukiman terpadu. “Pemkab Gresik telah menyiapkan lahan
seluas 10.000 hektare di wilayah Gresik Selatan yang meliputi Kec. Driyorejo, Menganti, Wringinanom dan Kedamean untuk proyek perumahan,” ketanya.

Baca:  Petrokimia Gresik Bakal Hilang

Keyakinan akan pendapatan bakal maik, menyusul telah ditandatanganinya memorandum kesepahaman antara Pemkab Gresik dengan  Kementerian Perumahan Rakyat, Real Estat Indonesia (REI) dan Pemprov Jatim tentang pengembangan perumahan seluas 10.000 hektare di Gresik Selatan. Sambari meminta kepada kalangan notaris agar tidak memberlakukan nilai jual obyek pajak (NJOP) sebagai dasar penentuan BPHTB, melainkan  mengacu terhadap harga

pasaran. Apabila NJOP-nya rendah, maka yang dijadikan dasar penentuan adalah harga pasaran. Dicontohkan, harga pasaran tanah di Gresik Selatan saat ini di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 200.000 per m2, sehingga notaris diminta tidak memberlakukan harga tanah di bawah
Rp 20.000 per m2 sebagai dasar penentuan BPHTB.

Baca:  Pungutan Liar pendidikan Masih Terjadi di Kabupaten Gresik

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kab. Gresik Yettie Sri Suparyati menyebutkan perolehan BPHTB di wilayah tersebut tahun 2011 mengalami kenaikan dibandingkan penerimaan pada 2010 hanya Rp30,7 miliar. ”Penerimaan BPHTB hingga minggu
I November mencapai Rp37,1 miliar, berarti telah melampaui target sepanjang tahun ini yang ditetapkan Rp36,9 miliar,” ujarnya. Penataan pemukiman dengan sinergi yang tepat antara pemukiman dan kawasan industri akan menjadi lokomotif kemajuan kabupaten gresik. (data berita dari radargresik)

 

Potensi Periklanan Politik dalam Sistem Pemasaran Modern

 

 

Kata Pencarian:

njop tanah di gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *