Home » Gresik » Kejari Gresik Menghentikan Penyelidikan Korupsi DAK
Master tukang, tutorial pertukangan

Kejari Gresik Menghentikan Penyelidikan Korupsi DAK

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menghentikan penyelidikan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik pada tahun 2010. Kasus yang dilaporkan oleh LSM Forum Kota (Forkot) dinilai Kejari Gresik tidak memenuhi adanya unsur tindak pidana korupsi.

Kepala Kejari (Kajari) Gresik Bambang Utoyo mengatakan, DAK tersebut memiliki sisa sebesar Rp 1,98 miliar. Pagu awalnya kan Rp 16,269 miliar, sedangkan dalam realisasi kontraknya hanya Rp14,28 miliar.

Sisa anggaran tersebut masuk ke dalam rekening yang ada di kasda. “Dan masuk ke dalam pos SILPA 2011,”ucapnya. Menurut Bambang, apabila
sisa anggaran tersebut masuk ke dalam rekening pribadi atau perorangan, maka dirinya pun bisa mengatakan hal tersebut mengandung unsur
tindak pidana korupsi. “Karena posisinya sekarang kan sudah jelas sekali, bahwa sisa dana tersebut masuk dalam Kasda di pos Silpa,” tegasnya.

Bambang berpendapat, adanya kelebihan anggaran dalam DAK tersebut disebabkan karena perbedaan pengelolan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. “Jika yang sebelumnya diserahkan pada kepala-kepala sekolah yang bersangkutan, maka saat ini dana tersebut dikelola langsung oleh Dispendik,” jelasnya.

Baca:  Kepala MI di Manyar Gresik Jadi Tersangka Dana Pendidikan

Mengenai lamanya proses pemeriksaan persoalan tersebut. Bambang mengatakan hal itu disebabkan karena banyaknya sekolah yang harus ia  periksa. “Jadi sekolah yang harus kami periksa itu ada sebanyak 62 sekolah,” bebernya.

Meskipun begitu, Bambang juga mengakui jika dana tersebut dalam pelaksanannya banyak yang dianggap melenceng dari RAB. Bambang kemudian mencontohkan beberapa kasus pembangunan sekolah yang lantai dan atapnya masih belum selesai. “Hal itu dikarenakan kesalahan dalam menyusun RABnya,” kilahnya.

Menanggapi hal itu, Forum Kota (Forkot) Kabupaten Gresik mengaku sangat kecewa dengan keputusan dari Kejari Gresik tersebut. Aktivis Forkot
Hasanudin Farid menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan secara independen terkait hal itu. “Karena kami merasa masih banyak
yang belum beres, kok tiba-tiba saja dihentikan,”tandasnya. “Ini kan aneh sekali?” imbuhnya.

Menurut Farid, banyak yang janggal dalam kasus yang mereka temukan pada tahun 2010 itu berdasarkan hasil audit dari BPK.(jan/ris)

Baca:  Persegres Akan Penuhi Persyaratan BOPI

*)dikutip dari radar gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *