Home » Gresik » Kesehatan Gresik » Penderita HIV/AIDS Gresik Capai 50 Orang, Jatim Peringkat Kedua Nasional
Master tukang, tutorial pertukangan

Penderita HIV/AIDS Gresik Capai 50 Orang, Jatim Peringkat Kedua Nasional

Tahun ini jumlah penderita HIV/AIDS Gresik mencapai 50 orang. Separoh di antaranya ibu rumah tangga yang terinfeksi akibat tertular suami. HIV/AIDS memang masih menjadi penyakit yang cukup mematikan dan belum ditemukan pengobatannya sampai sekarang.

Sebenarnya dari rentang waktu antara inveksi sampai menjadi AIDS, membutuhkan waktu yang cukup lama. akan tetapi, faktor sosiologis dan psikologis korban HIV AIDS, menjadikan penyakit ini bukan sekedar mematikan, tapi juga membawa stigma negatif sosial yang buruk.

HIV/AIDS yang identik dengan penyakit kelamin, membuat penderitanya tertekan secara psikologis, disamping memang obatnya belum ditemukan. Apalagi seringkali publik tidak banyak teredukasi dengan pengetahuan yang cukup terhadap HIV/AIDS.

Di Indonesia, penyebaran HIV AIDS memang kian massif, dari kota besar sampai kota kecil tidak lepas dari inveksi HIV AIDS. Sebagian besar inveksi menular melalui jarum suntik atau narkoba, dan sebagian melalui kegiatan seksual yang tidak aman.

Gresik pun tidak lepas dari inveksi HIV/AIDS, sebagian besar penderita HIV/AIDS Gresik berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Penderita HIV/AIDS Gresik yang dari kalangan ibu rumah tangga sebagian besar tertular dari suami. Perilakua suami yang melakukan hubungan seks beresiko disinyalir menjadi faktor utama bertambahnya penderita HIV/AIDS Gresik.

Baca:  Bayi Berkepala Dua di Gresik Meninggal Dunia Akibat Jantung Bocor

“Yang jelas mereka tertular oleh suaminya. Ibu-ibu rumah tangga tidak tahu perilaku suami mereka di luar. Di dalam rumah pendiam, di luar rumah siapa sangka suka jajan ke lokalisasi atau gonta-ganti pasangan,” kata Direktur RSUD Ibnu Sina, dr Endang Puspitowati SpTHT, sebagaimana dilansir koran Radar Gresik.

Pernyataan Direktur RSUD Ibnu Sina  itu diperkuat oleh Maslikhan, Menurut Asisten Koordinator Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Gresik, Maslikhan, ada peningkatan bagi penderita dibanding tahun lalu. Sejak Januari hingga September 2012 terdapat 50 orang di Gresik yang terjangkit penyakit mematikan itu.

Mereka sebagian besar berusia produktif antara 25 hingga 49 tahun. “Angka itu kemungkinan bertambah dan kami perkirakan naik dibanding tahun 2011. Tahun lalu penderita HIV/AIDS sejak Januari hingga Desember mencapai 73 orang,” kata Maslikhan.

Baca:  6 Balita di Gresik Tertular HIV/AIDS

Jawa Timur Peringkat Kedua Sebaran HIV/AIDS Nasional

Sementara dari data Dinkes Jatim, jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta. Hingga September 2012 tercatat 14.482 penderita HIV positif dan 6.457 penderita AIDS. Jumlah tersebut adalah fenomena gunung es. “Diperkirakan seluruhnya ada 12.580 penderita HIV positif,” sebutnya.

Berikut ini adalah data sebaran HIV AIDS di jawa Timur Tahun 2012 versi Komisi Perlindungan AIDS Provinsi (KPAP) Jawa Timur :

– Estimasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Jatim tahun 2012 : 27.062 orang
– Jumlah HIV positif ditemukan sebesar 14.817 orang atau 56,8 persen
– Sejak 2003 Jatim ditetapkan sebagai daerah epidemi terkonsentrasi HIV/AIDS

– Di lokalisasi PSK yang terinfeksi HIV sekitar 5 persen
– Di Surabaya saja, jumlah Penasun (pengguna napsa suntik) yang terinfeksi HIV sebanyak 54 persen dari jumlah Penasun aktif
– Jumlah kasus AIDS di Jatim menduduki peringkat ke-2 di Indonesia setelah DKI diikuti Papua, Jawa Barat dan Bali

Baca:  Puskesmas di Gresik Raih Sertifikasi ISO 9001/2008

– Faktor Penularan HIV/AIDS di Jatim melalui heteroseksual 70,1 persen dan Napza 21,3 persen
– Angka Kematian HIV/AIDS mencapai 1.794 kasus atau 27,8 persen
– Laki-laki penderita HIV/AIDS : 4.208 orang atau 65,2 persen dan Wanita : 2.294 orang atau 34,8 persen

– Penderita anak di bawah 15 tahun mencapai 195 orang atau 3 persen
– Berdasarkan pekerjaan : sebanyak 911 orang atau 14 persen adalah Ibu Rumah Tangga atau melebihi jumlah PSK penderita HIV yang hanya 7,4 persen
– Bayi lahir positif HIV 158 orang, 20 bayi diantaranya meninggal

– Dari 31 bayi yang terlahir dari ibu penderita HIV, 15 diantaranya terlahir dengan status positif HIV.
– Persebaran HIV/AIDS di Jatim terbesar di Surabaya dengan 1.254 penderita, kemudian Sidoarjo dengan 563 penderita dan di urutan ketiga adalah Kota Malang dengan 511 penderita. (radargresik/suarasurabaya/okezone/Foto:cnn.com,  editor:anang)

Kata Pencarian:

foto2 orang2 yg terkena hiv gresik (1),komunitas odha se jatim (1),komunitas ODHA surabaya (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

2 comments

  1. Mau tidak mau penggunaan kondom harus lebih digalakkan lagi untuk mencegah penyebaran AIDS/HIV karena sering menjadi kontroversial karena mengamini tindakan asusila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *