Home » Gresik » Kesehatan Gresik » RSUD Ibnu Sina Gresik Segera Miliki Gedung PONEK
Master tukang, tutorial pertukangan

RSUD Ibnu Sina Gresik Segera Miliki Gedung PONEK

RSUD Ibnu Sina Gresik mengebut pembangunan gedung baru. Dana yang dianggarkan tidak main-main jumlahnya, mencapai Rp. 90 Miliar. Pembangunan gedung baru ini diharapkan bisa mengurai jumlah pasien yang overload pasca diterapkannya BPJS secara nasional.

Gedung dibangun di atas lahan 3.000 meter peregi dengan luas bangunan  2.000 meter persegi. Gedung dibangun  dengan konstruksi lima lantai. “Total anggaran  gedung  Ponek mencapai Rp 90 miliar lebih dengan cara berkelanjutan,” tuturnya.

Ditegaskan Teguh, pembangunan  gedung Ponek dilakukan dua tahap. Tahap awal, pada APBD 2014 dialokasikan anggaran sebesar  Rp 29 miliar. Kemudian, sisanya tahap II Rp 60 miliar lebih. “Dengan anggaran sebesar itu kami estimasikan bakal rampung,” Kata Kepala Bagian TU RSUD Ibnu Sina Teguh Imam Subagyo, seperti dilansir dari beritametro.com

Baca:  Bayi Berkepala Dua di Gresik Meninggal Dunia Akibat Jantung Bocor

Saat ini Gedung yang sedang dibangun adalah gedung PONEK. Pelayanan obstetri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit.

Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana,sarana dan manajemen yang handal.

Syarat itu, di antaranya,  ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergensi obstetrik-neonatal.

Dokter, bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan Tim Ponek di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus, kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.

Baca:  Pelabuhan Manyar Gresik Mulai Persiapkan Infrastruktur

Kemudian, RS mempunyai Standard Operating Prosedur (SOP) penerimaan dan penanganan pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal. Juga memunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Serta memunyai standar respon time di UGD 10 menit.

pelayanan darah kurang dari 1 jam. Tersedianya kamar operasi yang siap siaga 24 jam untuk melakukan operasi bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. Dan tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dalam waktu kurang dari 30 menit.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *