Home » Gresik » Malam Selawe Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Gresik
Master tukang, tutorial pertukangan

Malam Selawe Tradisi Berburu Lailatul Qadar di Gresik

malem selaweMalam Selawe menjadi sebuah tradisi khas bulan ramadhan di kota Gresik , selain menandakan perburuan lailatul qadar. Ribuan warga bakal memadati tradisi 10 hari jelang Lebaran 1433 H. Ratusan pedagang kagetan berlomba mengais rezeki sepanjang Jl Sunan Giri hingga lokasi makam Sunan Giri, Gresik. Mereka rutin datang mengais rezeki pada kegiatan tahunan yang masuk dalam kalender wisata Gresiik berupa festival Malam Selawe.

Pengunjungnya bisa mencapai ribuan dan mereka biasanya datang sejak hari malam selikuran (malam ke-21 – red). Sebagian besar bertujuan utama memburu Lailatul Qodar dengan berziarah ke makam Sunan Giri Kecamatan Kebomas Gresik. Camat Kebomas Abdul Hakam mengatakan, Setiap Ramadan entah berapa lama tradisi tersebut kalau dari perempatan Kebomas hingga ke Jl Sunan Giri selalu dipenuhi pedagang baik itu PKL dadakan.

Malam Selawe menambah semarak puasa. Ditambahkan, keberadaan pedagang tersebut membuat suasana Giri lebih hidup. “Karena dengan kehadiran PKL dan masyarakat yang menuju makam Sunan Giri membuat multi player effect yang luar biasa karena saling menguntungkan karena membantu masyarakat untuk mengembangkan perekonomiannya juga,” tegasnya.

Baca:  12 Calon Jamaah Haji Gresik Gagal Berangkat

Hakam mengatakan, sejak awal puasa telah diadakan rapat bersama antara pihak Kecamatan dengan instansi lainnya. “Kami telah melakukan berbagai antisipasi bersama agar pelaksanaan orang yang ingin ke makam Sunan Giri untuk berdoa tidak bertubrukan dengan para PKL. Sehingga para PKL ini tidak sampai mengganggu para peziarah tersebut. Selama pelaksaan ini telah berlangsung tertib dan kami tidak boleh menghambat keinginan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Agus, salah satu pedagang dari Surabaya yang membawa berbagai makanan laut khas Kenjeran mengatakan bahwa dirinya senang
berjualan ditempat ini. Agus yang menempati stand depan Kecamatan Kebomas merasa penjualannya meningkat. “Para pedagang sudah   mendirikan stan sejak awal bulan Ramadan,” katanya. Menurutnya, setiap malam Ramadan ribuan orang berziarah ke makam Sunan Giri, termasuk Malam Selawe. Momentum itu yang lantas dimanfaatkan sejumlah pedagang menawarkan aneka oleh-oleh atau kebutuhan yang lainnya. “Maka dari itu, ratusan pedagang menyediakan bermacam-macam dagangan mulai dari makanan, pakaian hingga kopiah,” pungkasnya. (rdrgrsk)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *