Home » Gresik » Masyarakat Gresik Terus Melawan Perkembangan Warung Pangku
Master tukang, tutorial pertukangan

Masyarakat Gresik Terus Melawan Perkembangan Warung Pangku

Rasa prihatin masyarakat Gresik terhadap warung remang-remang terus bergejolak, baik institusi pemerintah maupun pemilik lahan yang disewa oleh pengelola warung. Gresik yang berkembang pesat menjadi kota industri memang sangat identik dengan warung kopi, namun warung remang-remang lebih menggeliat dan berkembang dengan pesat menjadikan gresik semakin tak sedap dipandang.

Upaya penertiban warung remang-remang terus dilakukan, namun pengelola warung selalu memiliki cara untuk eksis dan terus berkembang. Sinergi masyarakat dan lembaga pemerintah di gresik terus dilakukan untuk meminimalkan gelombang perkembangan warung panas tersebut.

Seperti yang terjadi kemarin, Puluhan warung remang-remang di sepanjang Jalan Notoprayitno Gresik yang biasanya terlihat hingar bingar oleh dentuman suara musik, mulai Jumat (1/6) tutup dan ditinggal penghuninya.

Baca:  PKB Gresik Mulai Konsolidasi Untuk Pertarungan Pemilu 2014

Penghentian aktifitas di warung remang-remang tersebut, karena pihak pemilik lahan yakni Yayasan Muhammadiyah Kecamatan Kebomas, Gresik (a/n H. Sugeng Santoso) menutup sendiri tempat yang dijadikan aktifitas dugem (dunia gemerlap).

Penutupan ini sangat berasalan. Pasalnya, setiap malam hampir semua kios atau blok di tempat tersebut tidak memberikan rasa nyaman.

Sebelumnya, puluhan warung remang-remang di sepanjang KH. Syafi’i Kecamatan Manyar sudah mulai ditinggal penghuninya karena juga ditutup oleh yang memiliki lahan.

Menurut Sugeng Santoso selaku mandataris tanah, yayasannya terpaksa menutup lahan yang dijadikan warung remang-remang. “Kami sedang melakukan inventarisir lahan yang dimiliki Yayasan Muhammadiyah. Jika dijadikan warung remang-remang langsung kami tutup,” tuturnya, Jumat (1/6).

Baca:  Perda Warung Pangku Segera Launching di Gresik

Melalui Kabag Humas Setkab Gresik Andhy Hendro Wijaya, mengatakan, pemkab setempat mendukung dan memberikan apresiasi besar kepada pemilik tanah yang mau menutup sendiri warung remang-remang. “Pemkab Gresik sangat berharap kepada pemilik tanah ada kepedulian untuk menutupnya untuk mendukung Gerakan Gresik Bebas Asusila,” tandasnya. did

Kata Pencarian:

warung kopi pangku balongpanggang (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *