Home » Gresik » Ekonomi Gresik » Minimarket Menjamur di Gresik, siapa yang Diuntungkan?
Master tukang, tutorial pertukangan

Minimarket Menjamur di Gresik, siapa yang Diuntungkan?

Kemajuan Gresik sebagai kota industri menjadikan pasar modern melirik sebagai sasaran emas. Modernitas masyarakatnya serta tuntutan gaya hidup, menjadikan minimarket menyediakan kebutuhan mereka. Namun sayang, tidak sedikit minimarket yang belum mengantongi izin usaha dan operasionalnya.

Disadari atau tidak, hadirnya minimarket di sejumlah sudut pemukiman dan jalan mempermudah warga saat membeli kebutuhannya. Konteks inilah yang menjadikan minimarket diterima oleh masyarakat.

Tak jarang, minimarket membuka layanan 24 jam agar mereka bisa melayani konsumennya kapanpun juga. Pada sisi lain, operasional minimarket 24 jam menjadikan toko kelontong atau pracangan lambat laun mulai tergusur.

Ekses lainnya adalah kerawanan kriminalitas, karena operasional malam hari mengundang aksi kejahatan. Contoh terakhir adalah perampokan Indomaret di Jl Raya Laban, Kecamatan Menganti awal pekan ini.

Baca:  UMK Gresik 2014 Lebih Tinggi dari Surabaya

Menjamurnya minimarket menunjukkan mudahnya setiap orang dapat membuka usaha toko waralaba. Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Gresik, Agus Mualif mengatakan, pihaknya yang hanya memberi izin. “Kami melihat bila sudah ada izin prinsip dari kementerian keuangan. Kalau sudah ada itu baru kita berikan izin,” katanya.

Saat ditanyakan jumlah toko minimarket di Kabupaten Gresik, Agus tidak mau menjawab. Termasuk minimarket yang tidak mempunyai perizinan atau bodong. “Sudah itu kembangkan saja. Saya masih sibuk,” ujarnya.

Sementara itu Kasatpol PP Arif Wicaksono mengatakan, pihaknya belum memiliki data jumlah minimarket yang ada di Gresik. Termasuk jumlah minimarket yang belum mengantongi izin. Namun dia tidak memungkiri jika ada minimarket di Gresik yang belum memiliki ada izin. “Jika tidak ada izin, kami memberikan tiga kali peringatan. Jika tidak ditanggapi maka kami akan menutup tempat usaha tersebut,” katanya.

Baca:  Anggota Gapensi Gresik Mengeluhkan Perijinan SBUJK yang Lambat

Saat ditanyakan tentang wewenang Satpol PP untuk mengawasi toko minimarket, Arif mengaku itu sudah ada Perdanya yang mengatur. “Perda 22/2000 tentang izin IMB, HO atau izin gangguan Nomor 5/2000 dan 24/2004. Kalau mereka memunyai itu, kami tidak bisa menindaknya,”ujarnya.

Saat ditanyakan tentang jam operasional, Kasatpol PP mengatakan di Perda tidak memuat hal itu. “Terserah masing-masing tokonya mau buka jam berapa. Karena tidak ada perda yang mengatur tentang jam operasional,” sahutnya.

Mantan Camat Manyar ini menambahkan, bila minimarket tidak dak mempunyai izin termasuk tindak pidana ringan (tipiring). “Kita ingatkan dulu maksimal 3 bulan untuk urus ijin kalau tidak maka akan dipanggil. Kalau menutup Indomart bodong kewenangannya ada di pengadilan yang menentukan hakim Pengadilan Negeri Gresik,” jelasnya.

Baca:  10.000 Mangrove Ditanam di Ujung Pangkah Gresik

Diungkapkan, tiap perda daerah berbeda. “Perda itu tipiring. Kami hanya bisa berikan himbauan untuk toko nya saja agar mau mengurus ijin,” pungkasnya. Kepala Dinas Koperasi M Najikh saat didatangi di kantornya tidak berada di tempat. Saat dihubungi, Najikh menjawab bahwa dia berada di kota lain. “Mohon maaf Mas, saya sekarang berada di Pasuruan ada tugas. Mungkin lain kali bisa wawancaranya,” katanya. (san/ris/Radar Gresik/jpnn)

Kata Pencarian:

minimarket di gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *