Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Bupati Gresik Diminta Mencopot Kepala Sekolah Nakal
Master tukang, tutorial pertukangan

Bupati Gresik Diminta Mencopot Kepala Sekolah Nakal

Berita Gresik – Info Gresik

pungli pendidikan di gresikBupati Sambari Halim Radianto diminta tegas dengan menindak kepala sekolah negeri yang terbukti melanggar ketentuan Surat edaran bernomor 420/958/437.12/2012 terkait larangan pungutan sekolah. Desakan itu disuarakan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Gresik menanggapi  munculnya pungutan dana investasi yang dilakukan kepala sekolah SDN Indro Kecamatan Kebomas.

“Tindakan Kasek SDN Indro menarik pungutan dengan dalih dana pembangunan, dana investasi dan lainnya jelas-jelas melanggar aturan yang  diterbitkan oleh Bupati Gresik. Bupati harus tegas memberi sanksi bawahannya yang mokong mengabaikan ketentuannya,” kata Bupati LIRA Gresik, Khoirul Anam, kemarin.

Ditambahkan, pungutan di Pemesekolah saat ini sudah bukan menjadi rahasia umum karena prakteknya masih dilakukan oleh sejumlah oknum kepala sekolah . Bahkan tidak sedikit orang tua peserta didik mengeluhkan sikap sekolah dimaksud. Aturan lain yang ditabrak oleh Kasek SDN Indro adalah Permendiknas No 60 tahun 2011 yang diberlakukan Januari 2012.

Baca:  Petrokimia Gresik Luncurkan Bantuan Untuk masjid dan Mushala

“Masak Kepala Dinas Pendidikan Gresik berani melanggar PP dari pemerintah dan (SE) Surat edaran bernomor 420/958/ 437.12/2012 tertanggal 5 Juli 2012 dari Bupati Sambari,” kata Anam. Ditambahkan Anam, dari bukti tersebut sudah jelas menegaskan bahwa sumbangan tidak boleh dikaitkan dengan proses akademik seperti penerimaan peserta didik, kelulusan, dan proses akademik lainnya. “Berarti ada pelanggaran disitu,” ujarnya.

Disebutkan, Peraturan Pemerintah itu merupakan salah satu yang termasuk dalam tata urutan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia. Jadi tindakan pungutan dalam penerimaan murid baru ataupun pungutan lain jelas melanggar peraturan perundangundangan tersebut.

Saat dikatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Wanda Metini Hariej mengatakan akan segera memproses laporan dari masyarakat, Anam  mengatakan bahwa itu hanya akalnya Kepala Dinas Pendidikan saja.

Baca:  Petrokimia Gresik Mempercepat Pembangunan Pabrik Fosfat

“Itu diplomasinya Bu Wanda, kalau menyangkut penjualan buku karena sebelumnya yaitu bulan April saya sudah datang ke beliau. Katanya sudah didanai BOSDA kok masih dijual lagi. Harusnya dibagi gratis kan,” lanjutnya. Sedangkan saat ditanya kasus SD N Indro soal adanya dana investasi, Khoirul Anam menyebut itu telah terjadi sejak dulu.

“Kalau waktu saya dulu itu namanya uang pembangunan sekolah namun kan sekarang dilarang jadi namanya saja diganti dengan uang investasi, Mas,” pungkasnya. Sementara itu, sumber Radar Gresik mengatakan bahwa Rabu (18/7) sekolah telah didatangi oleh satu tim yang terdiri dari 3
orang berpakaian coklat-coklat.

“Seperti PNS namun merteka menanyai para guru, satpam hingga kepala sekolah sertamembawa kamera seperti wartawan,” katanya.  Ditambahkannya, sebagai wali murid SD N Indro dirinya berharap agar kasus pungutanini segera selesai. “Takut saya malah menggangu proses  belajar mengajar murid di SD N Indro bila tidak segera selesai. Kalaau memang berani Bu Wanda segera tuntaskan kasus ini” pungkasnya. (san/ris) Radar Gresik

Baca:  Empat Pemain Persegres Tidak Bisa Diturunkan Lawan Persipura

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *